Di dalam kamar yang tidak terlalu luas, Mila sibuk memasukkan pakaian ke dalam koper kecilnya. Tangannya cekatan melipat pakaian satu per satu, sesekali merapikan ulang barang yang sudah ia tata sebelumnya. Suara ketukan di pintu membuatnya menoleh. “Masuk aja,” ucapnya tanpa menghentikan pekerjaannya. Pintu terbuka, memperlihatkan sosok Tari yang berdiri di ambang pintu dengan ekspresi ragu. “Kamu sibuk?” tanya Tari pelan. Mila menoleh sekilas sebelum mengangkat bahu. “Nggak juga. Kenapa?” Tari masuk dan duduk di tepi tempat tidur Mila. Tangannya saling menggenggam di pangkuannya, jelas sekali kalau ia sedang memikirkan sesuatu yang serius. Mila yang sudah cukup lama mengenal Tari bisa langsung menangkap ada yang tidak beres. “Kenapa, Tar?” tanyanya lagi. Tari menatap Mila sebentar

