Almira duduk di tepi ranjang dengan ekspresi dingin. Tangannya terlipat di d**a, sementara matanya menatap kosong ke arah cermin rias di seberang. Pikirannya masih dipenuhi kejadian pagi tadi—sikap Ivy yang sinis, tatapan meremehkan, dan kata-kata yang seolah tidak punya rasa hormat. Arjuna masuk ke dalam kamar, menutup pintu di belakangnya. Ia bisa langsung merasakan ketegangan di ruangan itu, melihat istrinya yang diam dengan wajah yang sulit ditebak. Ia berjalan mendekat, duduk di sampingnya. "Kamu kelihatan kesal sekali, Ma." Almira menoleh, matanya menatap tajam ke arah suaminya. "Sekarang kamu mengerti, kan? Kenapa aku nggak akan pernah bisa menyukai Ivy?" Arjuna menghela napas. Ia tidak menyalahkan Almira. Sejujurnya, tadi pun ia merasa tidak nyaman melihat bagaimana I

