14. Wanita Bergilir Keluarga Wiratama

1640 Kata

"Aku kira dia cuma kasir di toko kue calon Mama mertuaku? Apa dia juga ART di sini?" Suara Ivy terdengar tajam, menusuk kesunyian yang tadi sempat terasa hangat. Almira yang baru saja hendak duduk di kursinya langsung menegakkan punggung. Sorot matanya menajam, menatap Ivy yang berdiri dengan ekspresi sinis. Nada bicara Ivy jelas tidak sopan, dan Almira tidak menyukainya. Perempuan itu meletakkan sendoknya dengan tenang di atas piring sebelum akhirnya membuka mulut. "Maksud dan tujuanmu datang ke rumah ini pagi-pagi sekali apa, Ivy?" Jam bahkan belum genap menunjukkan pukul delapan pagi, tapi Ivy sudah datang dengan membawa aura tidak menyenangkan. Ivy tidak langsung menjawab. Tatapannya bergeser dari Tari, lalu ke Ndaru, seakan mengharapkan pria itu menjelaskan sesuatu. Ndaru yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN