Tari tidak menyangka betapa cepatnya hidupnya berubah dalam beberapa hari terakhir. Setelah sekian lama terperangkap dalam kehidupan yang gelap dan menyakitkan, kini ia berada di rumah besar keluarga Wiratama. Rumah dua lantai yang luas, megah, dan terasa begitu nyaman. Ia masih belum terbiasa dengan semuanya, ruangan yang selalu bersih, makanan yang selalu tersedia, dan kehangatan yang diberikan keluarga ini padanya dan Fendi. Tidak ada lagi suara bentakan atau suara memekakkan telinga entah dari barang yang di lempar atau suara kulitnya yang beradu dengan tangan Deni. Tidak ada lagi rasa takut setiap kali pintu depan terbuka. Kini, hidupnya lebih tenang. Bahkan, ia merasa tubuhnya ikut berubah. Kulitnya yang dulu kusam kini tampak lebih bersih, meski tetap berwarna sawo mat

