Tari berdiri di belakang meja kasir, namun matanya tertuju pada sosok Ivy yang baru saja memasuki toko, berjalan dengan anggun seperti model di atas panggung. Tubuhnya tinggi semampai, wajahnya nyaris sempurna dengan riasan yang selalu tampak on-point, dan sikapnya penuh percaya diri. Namun, yang membuat Almira menghela napas bukan penampilannya, melainkan sikapnya. “Sayang, aku udah lama nungguin kamu di parkiran,” Begitu memasuki toko, Ivy langsung melesat ke arah Ndaru, melewati Almira tanpa sepatah kata pun. Seakan dia tidak ada. Seakan Almira hanya bagian dari dekorasi ruangan. “Eh… aku masih ngobrol sama Mama tadi,” ucap Ndaru yang kemudian mengembalikan balita kecil yang baru saja mau di gendong olehnya. Ivy menyipitkan mata, lalu menatap bocah itu dengan ekspresi bingung

