27. Skandal Buatan Mantan Menantu

1859 Kata

Ndaru berdiri di depan mobilnya, menatap Tari dan Fendi yang masih berada di depan toko kue milik Almira. “Fendi, maaf ya, Om Ndaru nggak bisa ajak kamu ke tempat kerja Om Ndaru sekarang,” ucap Ndaru, suaranya terdengar lembut. Bocah kecil itu menatapnya dengan mata bulatnya yang polos, tapi alih-alih menangis atau merengek, Fendi hanya tersenyum kecil dan mengangguk. “Gak apa-apa, Om Ndalu,” katanya riang. Tari menghela napas pelan. Ia lega Fendi tidak rewel. Ndaru tersenyum kecil, lalu beralih menatap Tari. “Maaf ya, Tar. Harusnya tadi gak ajak Fendi kalau kayak gini,” katanya. “Bawa Fendi ke sini mungkin merepotkan. Nanti aku bilang Mama biar cepet dateng.” “Mana mungkin ngerepotin, Mas. Fendi anak aku. Silahkan Mas kalau mau jalan, Mbak Ivy kayaknya udah nunggu Mas N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN