19.Tanpa Restu

1402 Kata

Tari baru saja hendak menjawab pertanyaan Antaka ketika suara lonceng pintu berbunyi, menandakan seseorang masuk ke dalam toko. Ndaru. Pria itu melangkah masuk dengan tenang, tetapi sorot matanya langsung berubah begitu melihat siapa yang ada di dalam ruangan. Dalam pelukannya, Fendi tampak nyaman bersandar di bahunya, sibuk mengunyah kue kecil yang dibelikan Ndaru sebelum ke toko. Tatapan Ndaru tertuju pada dua orang yang berdiri di dekat kasir. Antaka. Ivy. Ekspresi wajahnya langsung menunjukkan ketidaksukaan. "Ada apa kalian di sini?" tanyanya dengan nada dingin, pandangannya berpindah dari Ivy ke Antaka, lalu kembali ke Ivy. Ivy tampak terkejut dengan kemunculan Ndaru yang tiba-tiba, tetapi justru Antaka yang lebih dulu bereaksi. Alih-alih menjawab, Antaka justru mengalihkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN