18. Dibela Mantan

1577 Kata

Ndaru duduk di ruang keluarga dengan ekspresi serius, sementara Almira berdiri di dekat jendela, menatap keluar dengan pandangan yang sulit ditebak. Obrolan mereka baru saja dimulai, tetapi Ndaru bisa merasakan bahwa ibunya tidak akan mudah diyakinkan. "Jadi gimana menurut Mama soal yang aku ceritain tadi? Aku mau antar Tari, Ma," ucap Ndaru akhirnya, memutus keheningan di antara mereka. Almira menoleh, menatap putranya dengan alis sedikit terangkat. "Harus kamu? Hari ini?" "Kalau bisa sore ini," jawab Ndaru mantap. Almira menghela napas sebelum berbalik dan menatap Ndaru dengan lebih serius. "Kenapa kamu harus nganter sih, Nak? Tari bisa pergi sendiri, atau Mila bisa nemenin nanti.” “Dia ‘kan harus magang, Ma. Masa dia ijin lagi?” “Mila bisa berangkat kamis malam. Kantor p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN