"Terima kasih sudah mau makan malam bersama kami. Walaupun makan malamnya sangat sederhana." Ditambah lagi, keberadaan Isaac merusak suasana. Namun, Grace menahan kalimat itu. "Saya menikmati makan malamnya." Balasan ramah Adam menyurutkan kekhawatiran Grace. "Apalagi saya dapat makan menu yang sangat otentik dan unik. Saya sangat menyukai hal baru dari kalian." "Senang sekali mendengarnya." Abaikan sesosok yang sedari tadi mengintai mereka, tak sungkan Grace perlihatkan senyumnya untuk Adam. "Baiklah. Saya pamit, ya. Grace. Dan juga ... Isaac. Selamat malam." Lelaki itu akhirnya pergi, membawa luka yang baru ia terima. Sebuah aliran napas panjang lolos dari mulut Grace. D*danya seperti ditempatkan banyak sekali beban, terasa berat, menghimpit, menyulitkan napas untuk mengisi tegang

