Sinar keemasan dari matahari perlahan menyusup melalui jendela dijatuhi gorden tipis, mendarat tepat di atas wajah seorang perempuan cantik dengan bentuk wajah khas Asia. Hidung terbentuk mancung nan mungil, bibir berbentuk love didasari warna merah muda alami, kulit putih lobaknya mengkilap begitu sinar mentari menyorot. Bulu mata tipis lentik miliknya bergerak-gerak, perlahan kelopak mata menampung bola mata dengan iris coklat terangnya tersembahkan. Siluet hitam bergerak tepat di atas sang pria. Sebelum eksistensi sang pria dia dapati, atensinya berpaling, abaikan tempat yang bukan kediamannya. Telunjuk lentik milik perempuan itu disodorkan untuk didaratkan di atas hidup bangir sang pria, menyusuri tulang hidung yang tercipta begitu sempurna, sebelum jemari lain menjamah pahatan yang

