Seolah kaset rusak, ungkapan Isaac enggan berputar di kepala, dan Grace telah berkali-kali mencoba menepis ungkapan yang menumbuhkan ketakutan baru. "Ini ponselmu." Menjulur sebuah ponsel di genggaman Isaac. Kening Grace berkerut, teringat semalam ponselnya masih aman di tas. "Bagaimana bisa ada di kamu?" Iseng Grace hidupkan ponsel yang telah kehabisan daya, mengejutkannya, ponsel tersebut menyala dengan daya 100%. "Aku mengisikan dayanya." Ingat ada sang ibu yang harus diberi kabar setelah semalaman menghilang, jemari Grace melesat menuju room chat. Namun, deretan kata mengenai kabarnya telah terkirim, bahkan sang ibu sendiri telah membalasnya. Satu-satunya tersangka pun Grace todongkan tatap menuding. "Kau yang melakukannya?" "Ya." Isaac menjawab santai, seakan menjelajahi isi po

