Satu tetes cairan bening meluncur tepat dari netra indah milik Aleya, ia merasa sakit hati saat anaknya dibawa-bawa dalam masalahnya, anak yang tidak tahu apapun harus dihina oleh mereka. Hania yang menyadari itu pun langsung menengok ke arah sahabatnya, ia juga merasa sedih saat calon keponakannya dihina. "Leya, kuatkan hatimu." Ucap Hania memberi kekuatan pada sahabatnya. Aleya pun mengangguk sembari mengusap pelan air matanya, ia langsung berusaha tersenyum setelahnya. Aleya adalah wanita yang tegar, tidak seharusnya ia menangisi hidupnya. "Han, boleh mampir ke mini market sebentar? Aku ingin membeli s**u ibu hamil." Ungkap Aleya sembari menoleh pada Hania. "Oke, siap!" Balas Hania. Hania menepikan mobilnya saat melihat plang bertuliskan mini market 'Indoapril' yang tertampang,

