25

1376 Kata

Sementara itu Aleya dan Hania sudah semakin dekat dengan mobilnya, lebih buruknya lagi mobil yang Zizi parkirkan jaraknya cukup jauh dengan letak mobil Hania. Hal itu membuatnya kesulitan jika harus mengambil mobil terlebih dulu lalu mengejarnya. "Ayo, Ma. Sedikit lagi, cepatlah." Zizi menyeret tangan Sinta agar lebih berjalan dengan cepat. "Aleya, berhenti!" Teriak Zizi dengan keras. Merasa namanya dipanggil akhirnya pun Aleya menengokkan tubuhnya ke belakang, matanya membelalak terkejut ketika mendapati Zizi dan Sinta ada disebrang sana. Untuk apa dua wanita ular itu ada di sini? Terlebih lagi sedang memanggil namanya. Hania pun ikut menoleh dan memincingkan matanya menatap Zizi dan Sinta, dengan sigap ia memasang badan dan menyembunyikan tubuh Aleya berada dibelakangnya. Hania s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN