Sebuah kendaraan beroda empat terlihat sedang berhenti di pinggri jalan, beberapa deretan rumah di sepanjang jalan jelas terlihat. Seorang pria yang berada dibalik kemudi menghela napas panjang-panjang, melirik ke sebelahnya yang terdapat sang istri yang juga berekspresi was-was dan cemas. Mereka mengamati satu rumah di antara rumah-rumah lainnya, rumah yang memiliki halaman luas yang saat ini sedang menjadi tempat parkir para pengunjung toko milik sang empunya. Halaman itu pula yang menjadi tempat untuk bermain cucu-cucunya, plang toko bunga terlihat jelas meski dari kejauhan. Ya, mereka sedang mengintai rumah Aleya yang saat ini penghuninya sedang disibukkan dengan melayani para pembelinya. "Bagaimana ini, Pa? Apa kita berpura-pura menjadi pembeli saja lalu membawa

