“Tolong, izinkan kami bertemu dengan Altair serta Alesha, aku sangat ingin memeluknya.” Masih dalam situasi yang sama, Davika dan Peter belum menyerah untuk meminta Aleya agar dibolehkan bertemu dengan cucu-cucunya, Aleya sedari tadi terdiam tidak tahu mau berbuat apa. Katakanlah ia bimbang sekarang, di satu sisi ia tidak tega memisahkan ikatan darah antara cucu serta kakek neneknya, tapi di sisi lain, Aleya takut jika suatu waktu mereka merebut Altair dan Alesha. Ditatapnya wajah Davika yang menunjukkan raut penuh permohonan, ada guratan kesedihan tercetak jelas di sana. Menghembuskan napas panjang, sungguh Aleya tidak tahu harus berbuat apa. “Aku yang akan menjamin keselamatan anak-anakmu, tidak ada siapapun yang boleh menyakitinya.” Tambah Peter. Meyakinkan Aleya ternyata sesulit ini

