Bab 46

1384 Kata

Gia berjalan mendekat ke arah pintu depan butiknya. Semakin mendekat ia mencium aroma parfum yang sangat ia kenal. "Gia..." ucap laki-laki itu Seketika tubuh Gia menegang. Dia berhenti berjalan hingga menciptakan jarak dengan si laki-laki. Namun, terlihat laki-laki tersebut berjalan mendekati Gia yang terlihat masih berusaha menguasai keadaan. "Jangan mendekat!" ucap Gia dingin "Gia tolong dengar penjelasanku" Gia memalingkan mukanya dan hendak berjalan menuju mobilnya, tapi sebuah tangan mencekalnya. Darah Gia berdesir dan ia tidak bisa menagan tangisnya lagi. Air mata perlahan turun dari sudut matanya membasahi kedua pipinya. Dari jauh terlihat Ila yang baru menyebrang jalan dan melihat Bosnya di cekal seseorang. "Siapa itu?" . . . Gia terpaku menatap lukisan yang tergantung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN