Bab 45

1453 Kata

Dan ia beranjak berdiri dan kembali duduk di kursi kerjanya Meninggalkan Ve yang masih terduduk di sofa dengan raut berpikir. 'Apa ia harus memikirkan lagi keputusan untuk bersanding dengan Wenas?' 'Apa ia yang kurang pantas atau bagaimana?' Menghela napasnya pelan Ve beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangan. Gia hanya mengamati. "Semoga Ve mau dengerin ucapanku" gumamnya . . . Malam semakin larut. Gelapnya mulai menyelimuti sebagian bumi. Derak ranting tertiup angin malam terdengar. Semilir angin berhembus menghantarkan hawa dingin. Seorang pria berjas hitam baru saja keluar dari sebuah mobil yang terparkir di sebuah rumah dengan pagar tinggi. Dia baru saja akan memencet bel namun, derak engsel yang terbuka. "Kebetulan kau kemari Wira, ada yang mau Om bicarakan denganmu"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN