Karaoke

1312 Kata
Terlihat Soobin yang sedang tertidur dikelas sendirian. Yuna mencoba menghampirinya. “Soobin-ah.” Kata Yuna pelan. Soobin tidak merespon. Yuna mencoba kembali membangunkannya. “Soobin-ah.” Ucapnya dengan sedikit keras. Soobin masih saja diam tak menjawab. ‘Apa dia tidur beneran?’ pikir Yuna dalam hati. Yuna pun mencoba jurus andalannya ketika membangunkan oppanya. Ia melakukan pemanasan menyatukan kedua tangannya kedepan, memanaskan otot lehernya sambil menggelengkan kepala kekanan dan kekiri, ia bersiap untuk melakukan serangan. ‘Lihat saja kau Soobin’ Yuna segera mengangkat tangannya untuk memukul Soobin yang tak kunjung bangun. “Hiyaaaaa….” Teriak Yuna kencang. Plak terdengar suara bunyi yang cukup kencang. “Aaaaaaaaa….” Soobin teriak kesakitan. “Siapa yang…mela-“ belum selesai Soobin bicara ia sudah melihat Yuna dihadapannya. Soobin menatap tajam Yuna. “Hey, apa yang kau lakukan? Kenapa kau memukulku?” Soobin meledak. Yuna menyeringai ketakutan. ‘Seharusnya aku tidak melakukan ini’ batinnya merasa bodoh. ‘Pokoknya kabur dulu deh’ Yuna segera berlari keluar kelas, ia takut Soobin akan membalasnya. Terlihat dari kejauhan Soobin segera mengejar Yuna yang lari tergesa-gesa. Ia bahkan hampir menabrak seseorang didepannya karena tidak bisa fokus, matanya terus menengok kebelakang. Mijoo, Gerry, dan Seung Ji melihat Yuna yang tengah berlari dengan kecepatan super. “Kenapa dia lari seperti itu?” tanya Mijoo heran. “Kaya dikejar monster aja.” Ucap Gerry sambil menyeruput minumannya. Seung Ji menatap kebelakang. “Lihat itu, Soobin mengejarnya, emang dia ngelakuin apa sampai Soobin mengejarnya?” Seung Ji menatap kedua temannya. Mereka pun tidak paham, tapi mereka pikir mungkin Yuna sudah baikan dengan Soobin. Yuna berlari menuju taman. Ia sudah kehabisan nafas, ia berhenti dan menggubrakkan dirinya ke rumput yang ada ditaman. Ia melihat Soobin mendekat padanya. “So-bin-ah, a-a-ku minta maaf, i-tu hanya keisenganku saja.” Ucap Yuna terbata-bata ia kesulitan mengatur nafasnya karena lari tak karuan. Soobin tersenyum menatap Yuna. Yuna mengernyitkan dahinya. ‘Kenapa dia senyum? Aneh banget’ Soobin mengulurkan tangannya mencoba membantu Yuna berdiri. Yuna segera merespon tangan Soobin. “Kau sengaja ya?” tanya Soobin sembari memberikan minuman botol pada Yuna. “Apa?” tanya Yuna segera meneguk minumannya itu. “Kau pikir aku marah padamu?” tanya Soobin menatap mata Yuna. Yuna menatap balik Soobin. “Eh…kau” Yuna belum selesai bicara tapi Soobin sudah memotongnya. “Aku enggak marah kok, jadi santai aja. Aku cuma malas kekantin karena aku tidak lapar.” Bisik Soobin. ‘Jadi selama ini ia ditipu sama Seung Ji dan Gerry, dasar bocah nyebelin. Aku kemakan tipuan mereka.’ Dengus Yuna dalam hati. “Tapi tadi kenapa kau memukullku? Apa salahku?” tanya Soobin heran, bahkan kepalanya masih sedikit terasa sakit. “Ah…itu, itu karena kau tidak bangun-bangun. Aku sudah berbicara pelan tapi kau tidak merespon, jadi aku pukul saja. “ celetuk Yuna dengan emosi. “Ah begitu.” Soobin masih memegang kepalanya yang terasa sakit oleh pukulan Yuna. Yuna jadi merasa kasihan. “Apa masih terasa sakit?” tanya Yuna memegang kepala Soobin. Ia mengelus kepala Soobin dengan lembut. “Kita ke uks aja ya.” Tawar Yuna khawatir. Soobin tertawa geli. “Ini bukan luka yang parah, kenapa kau jadi serius banget?” Soobin memiringkan kepalanya dihadapan Yuna. Yuna jadi sedikit salah tingkah. “Yauda kalau gamau, aku mau balik aja ke kelas.” Yuna segera berjalan menuju kelas dengan terburu-buru. “Lho...kok tiba-tiba pergi.” Soobin segera berlari mengejar Yuna yang terlebih dahulu pergi. Bel pulang sekolah telah berbunyi. Saat itu Yuna tengah berbincang-bincang dengan teman cowonya. “Hey, Gerry, Seung Ji kalian memang patut diacungi jempol ya.” Ucap Yuna kesal. “Ada apa emang?” tanya Seung Ji sembari menatap Gerry. “Kalian mengerjaiku ya, padahal Soobin enggak marah, tapi kalian memancingku agar terlihat aku bersalah, dasar menyebalkan.” Yuna menatap kesal pada keduanya. “Aku memang sengaja melakukannya supaya kalian tidak canggung, masa cuma karena kpop pertemanan kalian jadi jaga jarak sih.” Jelas Seung Ji. “Intinya kan sekarang udah baikan, mending ayo ajak Soobin juga kita seru-seruan.” Teriak Gerry. “Seru-seruan?” tanya Yuna lagi. "Masa kau gatau si.” ujar Gerry menengok ke arah Yuna. “Kau mau ketempat yang aneh ya?” tanya Yuna curiga. “Kau pikir aku cowo macam apa, ckckck...aku tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh ya.” Ujar Gerry meyakinkan bahwa dirinya adalah cowo yang masih suci bersih. “Gini aja deh, gimana kalau sekarang kita ke tempat karaoke?" ajak Gerry kepada Yuna dan Seung Ji. "Ide yang bagus, sudah lama sekali tidak ketempat karaoke" ujar Seung Ji menanggapi. "Sepertinya seru" balas Soobin dari kejauhan. Yuna terkejut dengan kehadiran Soobin yang tiba-tiba itu. “Kenapa kau disini?” tanya Yuna menatap Soobin heran. “Aku diajak oleh mereka berdua, jadi aku gabung saja daripada gabut dirumah.” Jelas Soobin tersenyum simpul. Yuna mendengus sebal, tapi ia tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menuruti teman-temannya itu. Dijalan pulang menuju tempat karaoke.... "Ahh dinginnya hari ini" Ujar Yuna "Lebay sekali sih!aku dong yang biasa saja." celetuk Gerry tiba-tiba. "Hey!mulutmu bisa diam tidak?!aku pusing tahu dengar ocehanmu." balas Yuna dengan ketus. "Aku yang mengoceh ini kok, ribet sendiri ckck kau Ini hmm" ucap Gerry sambil bergaya seperti ayah menasehati anaknya. "Yak!kau itu ya benar-benar menyebalkan" balas Yuna dengan ancang ancang ingin memukul Gerry menggunakan tasnya. "Kalian sudahlah jangan bertengkar, aku lelah melihat kalian itu .. huft" Soobin yang sedari tadi diam akhirnya mengeluarkan suaranya dan dibalas anggukan setuju Seung Ji. Akhirnya mereka sampai di tempat karaoke. "Eh lihat, itu dia tempatnya. Ayo" seru Gerry bersemangat. "Kita pesan tempat yang luas saja" usul Seung Ji saat berada di lobby pemesanan. Yuna mengangguk setuju. "Aku akan masuk duluan, jangan lupa pesan minuman ya" Yuna kemudian berjalan menuju ruang karaoke yang dipesan oleh temannya. Mereka pun bersenang-senang sembari menyetel beberapa lagu yang sedang trending. "Hey, kalian mau lagu apa lagi?" Tanya Soobin terus menyentuh layar tablet untuk mencari lagu lagu popular. "Bagaimana kalau PSY New Face?" ujar Seung Ji sembari berdiri mengacungkan jempolnya. "Enggak enggak, enak saja kau yang milih" Gerry menyela. "Aku mau lagu Big bang Fantastic Baby, ayo cepat putar lagunya" teriak Gerry. "Padahal aku sudah memilih, yaudah putar punyamu saja lah" balas Seung Ji sedikit kesal. Namun pada akhirnya mereka kembali bersatu lagi karena lagu Big bang. "Hey Yuna, daritadi kau hanya diam, ada apa?" Tanya Soobin tiba-tiba. Yuna membuyarkan lamunannya. "Eh oh, enggak papa." ujarnya linglung. Soobin tersenyum menatap Yuna. "Kau tidak canggung denganku kan?" tanyanya. Yuna mengangguk. “Aku sudah melupakannya. Sekarang ayo mari berpesta.” Teriak Yuna mengangkat minumannya. “Kalian minggir, sekarang gantian giliran aku yang memilih.” Yuna mengambil tabletnya dan mencari lagu yang ia suka. “Mulaiii….” Teriaknya berbicara melalui microfon. Ia memutar lagu G-Force Fallin Love dimana itu adalah lagu pertama kali dirinya menjadi Freely. “I love you...i love you baby kajimma.” Yuna mulai bernyanyi dengan kencang. “Hey, kenceng banget tahu” Sindir Gerry. Yuna tidak menanggapi, ia terus saja bernyanyi, karena itu adalah lagu favoritnya. Akhirnya mereka semua pun bersatu bernyanyi bersama, kecuali Soobin yang tidak tau apapun dan hanya duduk melihat kelakukan teman-temannya yang gila. Akhirnya acara karaoke mereka pun telah selesai. "Sudah malam nih, sepertinya aku harus segera pulang" ucap Yuna kepada temannya. "Akan aku antar" Soobin segera berdiri berhadapan dengan Yuna. "Yaudah kalian berdua pulang duluan saja, kami masih mau ke suatu tempat, bye" Seung Ji dan Gerry segera berjalan pergi dari hadapan Yuna dan Soobin. “Aku pulang sendiri aja.” Tegas Yuna. “Ini udah malam, ga baik perempuan pulang sendirian, biar aku temani.” Jelas Soobin memaksa. Yuna pun menyerah dan menganggukkan kepalanya. Ia merasa Soobin ada benarnya juga sih, kalau ia pulang sendiri takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena jalanan daerah rumahnya terbilang sepi dan jarang orang lewat, ia takut ada orang aneh atau menyeramkan menargetkannya disitu, efek kebanyakan nonton film horor psikopat membuatnya trauma di kehidupan nyata. Akhirnya Yuna ditemani Soobin pulang menaiki Bus. .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN