Bab 18

1031 Kata

Di sebuah rumah sederhana, seorang wanita paruh baya tengah menanak nasi, sementara itu suaminya terbaring di kasur busa yang diletakkan di lantai di ruang tamu. Sesekali pria itu mengipaskan tubuhnya menggunakan kardus bekas mi instan karena udara begitu panas, tidak ada kipas angin apa lagi AC. Pria itu hanya bisa menerima keadaan di tengah-tengah ketidak berdayaannya ini. Hidup mereka semakin hari semakin sulit. Mungkin bulan depan mereka tidak lagi bisa membayar uang sewa rumah. Suara pagar besi yang berkarat terdengar begitu nyaring, tanda ada yang datang. Pria berkemeja lusuh, keringat yang mengalir deras di pelipisnya masuk."Pa..." Pria itu duduk di sisi sang Papa, lalu mengambil air mineral di tas, dan meminumnya. "Bagaimana? Berhasil?"tanya Santono penuh harap. Tentu saja, hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN