“Kamu harus melakukan sesuatu!” bentak Alira pada pria yang terlihat hanya mengamati dengan ekor mata, dia bukan Anggara seperti yang diduga. Namun, Bagas memang sengaja menjadi sang adik ketika melihat pesan yang dikirim. Selain itu, sikap Alira di rumah sakit jelas menunjukkan kalau keduanya terhubung tanpa sepengetahuan dirinya. Anggara sedang menyusun rencana mengubah pola pembunuhan, menjadikan Noi sebagai target terakhir. Bagas sengaja membiarkannya, kejutan akan diberikan saat persembahan puncak dilakukan. “Kamu belum mau melenyapkan Noi dari muka bumi ini?” Alira masih meninggikan suara di depan Bagas, dugaannya benar tentang banyak hal. Sang adik tak benar-benar menunjukkan kepatuhan, dia hanya bersandiwara manis dan patuh selama ini. Namun, justru diam-diam mencari keberadaan

