Naina sangat puas karena telah bisa mengemasi tujuh puluh jar minuman yang dipesan oleh ibunya Alfa. Sejak pagi tadi dia membuat minuman segar sekitar dua kali lipat yang dibuatnya sehari-hari. Sesuai dengan janji, Jumat ini Alfa memesan tujuh puluh jar minuman. Pemuda itu datang bersama dengan seorang wanita paruh baya berkerudung hitam, ditarik terburu ke rumah kost Naina. "Mak, ini yang namanya Mbak Ina. Cantik, kan? Gimana, Mak?" tanya Alfa. "Iya," sahut wanita berusia enam puluhan tahun itu menatap Naina dari atas ke bawah dengan tersenyum. Naina sendiri juga tersenyum dengan kedatangan wanita itu. Agak keki juga dengan sikap Alfa yang menyebutnya cantik. "Saya Asih, emaknya Alfa." Naina segera menyambut uluran tangan wanita enam puluhan tahun itu. Wajahnya memang mirip denga

