Laksana anak kecil diajak piknik, Naina mengerjapkan kedua matanya. Tidak bisa tidur! Ini piknik pertamaku di usia dua puluhan tahun. "Gimana ya? Apa nggak usah ikut aja?" gumam Naina, mengerjapkan kedua bola matanya, menatap langit-langit kamarnya. Namun, terbayang wajah kecewa Ellen yang malah membuatnya mello. Naina mengerucutkan bibirnya, mewajibkan dirinya untuk ikut. "Duda songong! Ngajaknya juga pake arogan banget! Males aku," sungutnya menghadapkan badan ke kiri, lalu memejamkan kedua matanya. Ponsel berbunyi ketika mata Naina agak terpejam. Sembari menyipitkan kedua mata, kesal juga karena lupa mematikan deringnya, dia ambil ponsel dari atas nakas. Jangan lupa besok bangun pagi. Naina berdecak. "Gimana bisa tidur, mau merem juga dikirimi pesan nggak penting." Naina

