Ponsel Naina berdering. Belum sampai dia angkat, Naina melihat Nimas sudah berada di ujung gang perumahan elite itu. "Ah, maaf. Saya pamit dulu. Itu, teman saya sudah menunggu di depan gang. Ellen, tante Ina pulang, ya? Terima kasih Pak Brian atas tiketnya." Brian hanya menyunggingkan senyum hambar melihat Naina terburu keluar dari gerbang rumahnya. Sementara Ellen melambaikan tangan kepada Naina, sampai wanita itu pergi. "Papa, kita bertiga akan pergi ke kebun binatang besok?" tanyanya memastikan dengan kedua mata berbinar. "Iya kalo bu guru kamu itu mau," sahut Brian. "Masa nggak mau sih, Pa? Nanti malam ditelepon ya? Tanya, biar mastiin kalo tante Naina mau berangkat sama kita," pinta Ellen. "Nggak usah," sahut Brian. Menghubungi Naina duluan? Gila apa, di mana harga dirin

