Setelah berkenalan dengan para pekerja di kantor dan di pabrik kakek mengajak ke sebuah desa yang bernama Talang Sembilan. Di sana Dendra pun di perkenalkan sebagai cucu sekaligus penerus kakek yang akan mengurus perkebunan beserta pabrik kopi. Hanya di desa ini saja ia diperkenalkan, padahal ada dua desa yang mereka lewati tadi. Semua warga menaruh hormat pada mereka, sehingga membuat Dendra merasa tidak nyaman. Untung saja ponsel berdering karena panggilan dari Mama Yola sehingga menyelamatkannya dari suasana yang tak nyaman ini. "Assalamualaikum, Ma," sapa Dendra sengaja dengan suara yang agak keras agar kakek Damiri tau kalau yang menelpon saat ini adalah mama. (Kamu lagi ngapain?) tanya mama yang sepertinya sedang mengunyah sesuatu. "Lagi berkenalan dengan masyarakat di sini, Ma

