Melihat kesempatan bisa lepas dari pengawasan Mamanya, Dendra langsung pamit. "Ma aku ke kamar dulu. Mau beresin baju, buat kubawa ke desa." Dendra hanya mendapatkan anggukan dari Mama Yola, tanpa membuang waktu dia langsung menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas. Lelaki itu sengaja berdeham cukup kuat agar terdengar oleh Antika, karena dia ingin Antika menyusulnya ke lantai atas. Dendra menunggu di depan pintu kamarnya dengan perasaan tak menentu, untungnya tidak lama terdengar suara langkah yang menaiki tangga. Meski cukup pelan dia yakin itu Antika, karena dia tahu langkah mamanya tidak begitu. Kebahagiaan memenuhi dadanya saat melihat wanita cantik berjalan mendekat dengan wajah tersenyum bahagia. Dendra merentangkan tangan hendak memeluk Antika, tapi di tepisnya dengan bibir

