Dendra menggeleng tak percaya, merasa jika sang kakek hanya bercanda. Mana mungkin setua ini kakeknya akan melakukan hal buruk yang akan menghilangkan nyawa orang lain. "Tidak mungkin! Pria itu pasti hanya bercanda," ujar Dendra dalam hati. Sang kakek tiba-tiba tertawa, membuat Dendra semakin kebingungan. "Memangnya kamu percaya kalau kakek akan melakukan pembunuhan?" tanya sang kakek di akhir tawanya. Dendra hanya termangu masih menatap kakeknya yang balik menatapnya tajam. Sebenarnya dia tidak percaya sang kakek akan melakukan hal buruk, tapi melihat keseriusan di wajah pria tua itu membuatnya tidak bisa menjawab pertanyaannya. Apa lagi saat mengingat yang di katakan Paman Sikun tadi, rasanya kata 'habisi saja mereka' adalah kata yang benar-benar tepat untuk sebuah rencana pembunuhan.

