Bab. 23

1801 Kata

"Kita mau ke mana sih, Ndi?" Dara bertanya dengan terpaksa berteriak agar suaranya dapat di dengar oleh cowok yang sedang menariknya. Kedua remaja itu berlari di pinggir trotoar--menembus hujan lebat di kota tua ini--dan mengabaikan berpuluh-puluh tatapan dari orang-orang yang tengah mengendarai kendaraanya atau yang tengah berteduh--memandang keduanya heran dan sekaligus menganggap yang mereka lakukan itu sangatlah aneh. Hujan-hujanan di pinggir jalan. Andi sama sekali tak menjawab pertanyaan Dara sejak dia menarik gadis itu untuk pergi bersamanya. Dara sangat bingung dengan tingkah aneh Andi yang tiba-tiba membawanya pergi entah ke mana.         "Nanti juga lo bakal tau." Andi bersuara dengan menoleh sekilas saja. Sampai akhirnya kebingungan dan keresahan Dara hilang. Jawabannya sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN