"Kita mau ke mana sih, Ndi?" Dara bertanya dengan terpaksa berteriak agar suaranya dapat di dengar oleh cowok yang sedang menariknya. Kedua remaja itu berlari di pinggir trotoar--menembus hujan lebat di kota tua ini--dan mengabaikan berpuluh-puluh tatapan dari orang-orang yang tengah mengendarai kendaraanya atau yang tengah berteduh--memandang keduanya heran dan sekaligus menganggap yang mereka lakukan itu sangatlah aneh. Hujan-hujanan di pinggir jalan. Andi sama sekali tak menjawab pertanyaan Dara sejak dia menarik gadis itu untuk pergi bersamanya. Dara sangat bingung dengan tingkah aneh Andi yang tiba-tiba membawanya pergi entah ke mana. "Nanti juga lo bakal tau." Andi bersuara dengan menoleh sekilas saja. Sampai akhirnya kebingungan dan keresahan Dara hilang. Jawabannya sudah

