. Karena dia tidak membawa motor suzukinya alhasil pulang dari rumah Alisha dia berjalan kaki. Bisa saja dia naik angkot atau bus untuk pulang ke rumahnya namun dia harus pintar menghemat uang sebab Tantenya itu tidak memberikan uang saku kepadanya. Bersyukur Rayhan masih punya uang tabungan yang setidaknya bisa mencukupi kebutuhannya. Rayhan bersiul sepanjang perjalanannya di malam hari sembari menendang kaleng minuman dengan pandangan kosong tak terarahkan terlebih pada pikirannya yang melanglang buana. Waktu di rumah Alisha dia diajak makan malam lebih dulu sebelum pulang. Kehangatan yang ada di rumah itu begitu terasa membuat Rayhan betah berlama-lama di sana namun ada sesuatu yang membuat ganjal di hatinya. "Rayhan kamu makannya yang banyak ya pasti c

