BAB 36

1419 Kata

            Malam itu Soraya melihat Renata duduk di balkon sembari menatap kosong mug berisi kopi dingin di tangannya. Matanya sembab. Soraya tahu keberadaan Renata di rumahnya adalah—mungkin untuk bertemu Jim.             “Bagaimana dengan kuliahmu, Ren?” tanya Soraya duduk di samping Renata.             Renata menoleh pada Soraya. “Ya, begitulah.”             “Apa kamu sudah bertemu Jim?”             Renata mengangguk.                      “Bagaimana kabarnya?”             Mata Renata menyipit menatap mug berisi kopi dingin di tangannya. “Buruk. Sangat buruk.”             Kecemasan Soraya terbaca oleh Renata dari mata wanita itu. “Benarkah?”             Renata mengangguk. “Dia belum bisa melupakanmu.”             Soraya tidak mengatakan apa-apa atas pernyataan Renata. Kedua da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN