BAB 34

1962 Kata

“Kita meninggalkan anak-anak demi bisa makan malam bersama Soraya dan Daniel.” kata Ken yang mirip suara gerutuan. Semakin bertambahnya usia Ken terlihat makin tampan dan menawan. Dia membiarkan cambang tipis tumbuh di janggutnya. Matanya masih sama dingin, tajam dan mengerikan apalagi kalau tatapan matanya ditujukan pada Daniel seakan Daniel adalah musuh besarnya yang hampir merebut permaisurinya—Relisha.             “Sayang, anggap saja ini sebagai kencan kita.” Relisha menepuk-nepuk lembut lengan Ken.             Ken menoleh sekilas pada Relisha yang tersenyum lebar.             “Kencan itu berdua bukan berempat.” Dia kembali menggerutu.             “Aku hanya ingin kamu percaya dan yakin kalau Daniel tidak akan mungkin menjalin affair denganku. Dia sangat mencintai Soraya. Kamu ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN