Aldillo lalu memeluk Thania. Membelai rambutnya dan mengusap-usap punggung Thania. "Maaf," bisik Aldillo di telinga Thania. Thania masih terdiam, hanya air matanya yang semakin deras mengalir. Aldillo membingkai wajah Thania. Mengusap pipinya yang telah basah karena air matanya. "Maafkan aku..." Aldillo mengecupi seluruh bagian wajah Thania. Lalu menempelkan dahinya pada dahi Thania. "Bicaralah, jangan seperti ini..." Thania yang tadinya menangis dalam diam, kini isakannya mulai terdengar. Aldillo merengkuh Thania lagi ke dalam pelukannya. Seolah memberikan rasa tenang padahal dia sendiri yang menyebabkan Thania menjadi seperti itu. "Kenapa harus aku??? Apa kesalahanku sebenarnya?" ucap Thania disela tangisnya. "Sstt... Kau tidak salah. Hanya aku yang keterlaluan. Maafkan aku..." a

