"Ini kamar Kak Aldillo, Bik?" tanya Thania penasaran. "Bukan Nyonya, kamar ini sengaja dipersiapkan untuk Nyonya sendiri. Kamar Tuan Aldillo ada di seberang kamar Nyonya." Thania membulatkan bibirnya dan mengangguk mengerti. "Nyonya istirahat saja dulu, nanti makan siangnya akan Saya antar ke kamar." "Tidak usah Bik, tidak perlu repot-repot. Nanti biar aku saja yang turun ke ruang makan." "Baiklah kalau begitu. Nanti akan Saya beri tau jika masakannya sudah siap. Saya permisi dulu Nyonya." Thania membaringkan diri di ranjang. Menggeliat dan meregangkan otot-otot tubuhnya yang lumayan pegal saat tidur diperjalanan. Tapi kemudian ia bangun lagi. Sangat bosan jika harus terus berbaring, lagi pula kini kesehatan Thania sudah kembali fit. Thania berjalan ke arah balkon kamarnya, dari san

