Karena merasa jengah melihat tatapan dari sekretaris rekan kerjanya, Raza pun menegurnya. “Ehem … “ Raza sengaja berdehem. Sang rekan bisnis mengerti jika dia harus menghentikan ucapannya. “Ada apa ya, Tuan Raza? Apakah ada yang salah dengan yang baru saja saya sampaikan?” tanyanya. Raza meminum minumannya terlebih dahulu sebelum menjawab ucapannya. “Tidak ada. Hanya saja saya tidak suka dengan ketidakprofesionalan sekretaris Anda yang sejak tadi tatapannya selalu tertuju kepada sekretaris saya dibandingkan proyek ini,” jawab Raza menyindir sang sekretaris. Sekretaris itu menundukkan kepalanya merasa malu karena sudah ketahuan oleh Raza. Dan Arsyana sendiri merasa senang ketika dia dibela olehnya. Sebab sejak tadi Arsyana juga sadar jika sekretaris itu lebih memperhatikannya dibandingk

