Puas bercermin Raza lalu kembali duduk di kursi kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sekitar jam setengah sepuluh pagi Arsyana datang menyapanya. “Tuan Raza.” “Sudah jam setengah sepuluh, apakah Anda ingin berangkat sekarang atau nanti?” tanya Arsyana. Raza melihat jam tangannya. “Sekarang saja,” jawabnya. Arsyana menganggukkan kepalanya. “Mari silahkan, Tuan,” kata Arsyana. “Apa kamu sudah menyiapkan berkasnya?” tanya Raza sambil berlalu ke luar ruangan. “Sudah, Tuan. Saya tinggal mengambilnya di meja,” jawab Arsyana. Raza hanya menganggukkan kepalanya, lalu Arsyana mengambil berkas tersebut setelahnya mengikuti ke mana kaki Raza melangkah. Selama Raza pergi yang menghandle kantor adalah Lion sebagaimana mestinya sebelum Raza memimpin perusahaan. Arsyana memencet tombol lif

