Arsyana sangat malu sekali ditatap seperti itu oleh Raza dan sepertinya Arsyana lupa dengan Raza yang kemarin pura-pura menjatuhkan kunci mobilnya di toko make up. “Tuan Raza,” panggil Lion untuk menyadarkan Raza. “Eh, iya.” Ucapnya menahan rasa malu karena ketahuan melamun menatap Arsyana. “Silahkan duduk,” ucap Raza menyuruh Arsyana. Arsyana mengangguk lalu duduk dengan anggun dan tegap di kursi depan meja kerjanya Raza. “Kamu kembalilah ke mejamu, Lion. Nanti saya akan panggil lagi jika membutuhkanmu,” ujar Raza. Lion menganggukkan kepalanya. “Baik, Tuan.” Lion lalu berbalik badan pergi dari ruang kerjanya Raza meninggalkannya berdua saja bersama Arsyana. “Apa kamu membawa CV yang diminta?” tanya Raza. Arsyana menganggukkan kepalanya. “Ini, Tuan.” Arsyana memberikan CV yang sud

