Dewa dan Dwi pelan tapi pasti sudah mulai mendapat karmanya. Semua itu mereka pantas mendapatkannya karena kesalahan yang sudah mereka lakukan kepada Arsyana. Sekarang kita beralih kepada Arsyana lagi. Sekitar jam sepuluh pagi dirinya baru merasa lapar. Arsyana ke luar dari dalam kamar untuk menuju ke dapur. Mami Jenia yang melihat Arsyana lalu menyapanya. “Arsyana. Mau ke mana kamu?” “Lapar, Mi. Arsyana mau makan,” jawabnya. Mami Jenia menganggukkan kepalanya, lalu Arsyana melangkah ke dapur dan tidak lama keluar sambil membawa sepiring buah-buahan segar yang dia ambil dari dalam kulkas. Arsyana lalu duduk di sebelah sang mami yang sedang asik menonton televisi. “Katanya lapar ko’ cuma makan buah-buahan,” ujar mami Jenia. “Malas lihat makanan, Mi. Setidaknya perut Arsyana tidak kos

