Raza lalu berbalik badan mendekati Arsyana. “Argh, dia pakai masker. Jadi tidak terlihat jelas wajahnya,” batin Raza. Arsyana memberikan kunci mobil kepada Raza. “Ini kuncinya,” ucapnya. Raza tersenyum tipis sambil menerima kunci mobilnya. “Terimakasih.” Arsyana menganggukkan kepalanya lalu berbalik badan tidak mempedulikan Raza. “Dia cuek sekali sih,” gerutu Raza. “Sok jual mahal,” gemasnya. Raza dan Arsyana saling berbalik badan untuk melanjutkan aktivitasnya lagi. Arsyana menganggap kejadian itu adalah hal yang biasa saja, tapi tidak dengan Raza yang justru terus terbayang dengan Arsyana yang membuatnya penasaran. Di saat Arsyana sudah selesai membeli make up yang dibutuhkannya dia memutuskan untuk pulang. Raza yang tidak melihat Arsyana berada di situ merasa kecewa dan berusah

