Baru saja Maya pergi tiba-tiba Arsyana merasa perutnya sangat sakit. “Argh … “ lirih pelan darinya membuat Raza dan sang rekan bisnis langsung menoleh ke arahnya. “Kenapa, Arsyana?” tanya Raza. “Tuan. Saya ijin ke kamar mandi dulu ya. Perut saya tiba-tiba sakit sekali,” kata Arsyana. Raza menganggukkan kepalanya lalu Arsyana berpamitan kepada sang rekan bisnis juga untuk pergi ke kamar mandi. Setelah Arsyana pergi meeting pun dilanjutkan kembali. Dan tidak lama Arsyana kembali dengan wajah yang sedikit pucat. Pandangan semua orang teralihkan ke arah Arsyana, terutama Raza. “Arsyana. Kamu baik-baik saja ‘kan? Wajahmu pucat sekali,” ucapnya. Arsyana menggelengkan kepalanya. “Perut saya sakit sekali, Tuan.” “Saya seperti baru saja minum obat pencahar. Melilit dan tidak bisa jauh dari k

