ULAH MAYA

1178 Kata

Tidak sengaja Raza melihat Arsyana mengepalkan tangannya. “Dia siapa? Kenapa Arsyana terlihat menahan amarahnya,” batin Raza sambil memperhatikan Maya dengan ekspresi datar. Maya pun juga memperhatikan Raza dari atas sampai ke bawah. “Boleh juga seleramu setelah mas Dewa,” ucap Maya lagi. “Ada apa, Maya?” tanya super dingin dari Arsyana. “Kita tidak ada urusan lagi,” ujar Arsyana. “Kita akan selalu ada urusan, Arsyana. Karena sampai kapanpun, saya membencimu!” kata Maya. “Itu urusanmu, bukan urusanku!” jawab Arsyana. “Mau kamu membenciku, itu hak-mu. Bukan hak-ku. Saya tidak peduli!” kata Arsyana super tegas dan super berani. Arsyana yang malas menanggapi Maya tanpa sadar refleks menggenggam tangan Raza untuk pergi dari hadapannya Maya. Raza terkejut dan menoleh ke arah Arsyana yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN