Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Raza yang tadi sudah membeli makanan plus minuman memang sengaja ingin memberikannya kepada Arsyana, tapi tidak tahunya malah menemukan fakta yang membuatnya tercengang. Raza lalu merubah mimik mukanya dan memilih mengalihkan suasana. “Ini saya beli beberapa camilan, roti dan juga minuman,” Raza menaruh semua itu di atas meja depan mereka. “Saya tadi sengaja membelinya dan saya pikir kamu pasti juga membutuhkannya,” kata Raza. “Terimakasih, Tuan … “ jawab Arsyana. “Dan maafkan saya tidak jujur soal luka ini,” kata Arsyana. “Iya tidak apa-apa. Saya cuma terkejut tadi,” kata Raza. “Kamu tidur pakai bathrobe?” tanya Raza. Arsyana menggelengkan kepalanya. “Tidak, Tuan. Saya cuma memakai … “ Arsyana tidak mau melanjutkan ucapannya. “

