Raka sudah mulai mengila karna telah jatuh hati pada wanita lain, tapi itu pun sah sah saja karna pernikahanya sendiri juga tidak ada rasa satu sama lain tapi bagaimanapun juga ada nama baik yang harus ia jaga. Sepertinya sering bertemu Dini bukanlah keputusan yang tepat untuk hubungan mereka selanjutnya.
Perasaan senang itu belum pernah ia rasakan terhadap wanita lain selama ini, Dia pulang dengan perasaan gembira karna sudah bertemu orang yang membuat jantungnya perdebar.
Karin yang melihat Raka senyum senyum sendiri merasa aneh karna tidak seperti biasanya laki laki itu bertindak seperti sekarang.
Elo kenapa? tanya karin sambil mendongakan wajahnya ke muka Raka yang sedang duduk di sofa nonton TV.
Ngak kenapa kenapa.
Tapi senyum senyum sendiri?
Kepo, kata Raka dengan muka mengejek ke Karin dan berdiri lalu berjalan ke kamar.
Karin yang makin penasaran karna sikap Raka langsung menyusul Raka ke kamar dan melanjutkan aksinya bertanya.
Elo lagi naksir cewek ya? atau kerjaan lo lagi bagus? tapi kayaknya ngak mungkin sih . Karin mulai berpikir dan duduk di samping Raka.
Pokoknya Rahasia, sono gue mau tidur. Raka mendorong karin pelan agar dia pergi dari situ.
Ye ini kan kamar gue juga.
Ya udah sana pindah ke tempat lo.
Ah gue yakin banget pasti lo lagi suka sama cewek, biar gini gini gue udah katam sama cowok yang lagi jatuh cinta.
Bodo amat deh, terserah elo.
Cerita dong siapa orangnya?
Ngak ada, eh elo gimana sama Biyan? Raka mencoba mengalihkan perhatian karin.
Gue sekarang jaga jarak sesuai intruksi lo, biar papah tenang dulu.
Bagus, pokoknya kita harus sering sering terlihat berdua biar ngak ada yang curiga.
Tapi kan lo sibuk terus,
Ya kan elo bisa lah maen maen ke kantor.
Males banget gue.
Demi bokap rin, kalo ngak gimana malem minggu ini kita ngemoll, atau kita klabing gimana?
Elo yang bayar ya?
Oke, Raka pun mengulurkan tangganya tanda setuju dan Karin menjabat tanggan Raka antusias.
Raka sendiri ingin mengajak Karin pergi agar ia tidak memikirkan Dini terus menerus karna salah salah bisa saja membawa mereka ke jurang perpisahan. Karin cukup senang karna Raka banyak menghiburnya sejak keputusannya untuk sementara waktu menjauhi Biyan karna ancaman papahnya waktu itu, padahal baru seminggu mereka tidak berhubungan tapi Karin gundah gulana dibuatnya. Sesuai janjii Raka ke karin malam minggu yang ditunggu tiba selepas pulang dari kantor mereka pun bersiap pergi ngemoll berdua, Karin berpakain cukup terbuka mengunakan kaos mini crop berwarna putih merek ternama yang harganya puluhan juta serta rok mini hitam dan tas mahal ditangganya, Raka juga berpenampilan tak kalah keren seperti ABG, meski sederhana bermodalkan kaos polos jaket dan celana jiens panjang cukup membuat ketampanannya meningkat. Mereka sudah seperti pasangan sunguhan sekarang, menghabiskan malam minggu bersama , berbelanja dan bergandeng tanggan di moll membuat setiap orang yang melihat pasti akan berpikir mereka adalah pasangan yang serasi.
Karin cukup senang karna kali ini Raka benar benar memanjakannya, membelikan semua yang karin mau. Mereka pun berhenti sejenak untuk mengisi perut disalah satu restoran jepang di moll itu.
cekrek cekrek cekrek, seseorang yang membuntuti mereka dari tadi mengambil foto dari kejauhan untuk dikirim kebosnya, Lapor pak, saat ini mbak Karin dan mas Raka sedang kencan di moll, saat ini mereka sedang makan.
Ya sudah kalian boleh pergi kalo gitu. besok mulai lagi ikuti anak saya.
Baik pak.
Mata mata itu pun pergi meningalkan Karin dan Raka, setelah bos mereka rasa cukup untuk hari ini.
Karin dan Raka melanjutkan kegitan malam minggu mereka di club malam. Mereka bersenang senang mencoba melupakan kerinduan masing masing pada orang yang mereka cintai. Raka dan Karin berjoget seperti orang gila mengikuti alunan musik.
Kenapa tuh temen lo? kata Lucas ke Riko.
Ngak tau gue tumben ya akur.
Kesambet apa gimana ko?
Jangan jangan mereka mulai pindah haluan ke jalan yang benar.
Yah kalo gini gue ngak jadi nikung dong.
Inget bini ko.
Gue singel cas.
Sialan lo.
Merekapun saling lempar sindiran dan candaan karna bersatunya Karin dan Raka membuat dua sahabat itu tidak bisa berkata kata apalagi ingin memiliki. Raka pun menghampiri kedua sahabatnya itu sedangkan karin masih asik berjoget disana.
hallo bro, Sapa Raka kepada dua orang sahabatnya itu dan benjabat tanggan keduanya bergantian.
Jadi sekarang elo udah pindah haluan jadi suami solehah? ledek Lucas.
Soleh cas bukan solehah, timpal Riko ke Lucas.
Hahahaha biasa aja lah. kata Raka sambil tertawa.
Beneran lo ka tobat? tanya Riko.
Dari dulu kan emang gue anak baik, ya ngak? kata Raka sambil beradu tos tinju ke Lucas.
Halah, pasti ada sesuatu curiga gue. kata Riko lagi.
Santai bro, nih ya gue kasih tau mertua gue lagi tantrum liat anaknya masih berhubungan sama pacarnya jadi biar ngak uring uringan ya gue ajak kencan anaknya lah ya biar adem, ya ngak.
Sialan emang k*****t satu ini , kali ini Lucas yang mulai meninggikan suaranya.
Wkwkkwkkw dah lah kalian santai aja gue aman kok.
Tobat lo ka sedih gue ngelihatnya, kata Riko memberi nasehat.
Gue salah apa coba?
Dosa lo bohongi orang tua, kata Lucas menasehati.
Dah lah bro mending kita having fun aja lah bro, Kata Raka sambil merangkul kedua sahabatnya itu.
Mereka pun menghabiskan malam di club sampai larut, sedangkan Karin minum sampai mabuk sedangkan Raka minum sedikit karna dia harus menyetir. Setelah waktu menunjukan pukul satu dini hari akirnya Raka membawa Karin pulang karna dia sudah mabuk berat hinga kehilangan kesadarannya, dengan berat hati mau tak mau Raka mengendong Karin ke mobil dan membawanya pulang.
Sesampainya di rumah Raka pun membaringkan Karin di tempat tidur setelah susah payah dia mengendong karin yang sudah tak sadarkan diri karena terlalu banyak minum. Raka pun ikut tidur karna sudah mengantuk juga karna pengaruh alkohol yang ia minum dan merekapun tidur dengan tenang.
Ke esokan harinya Raka bangun lebih dulu dan bersiap untuk kekantor sedangkan Karin masih tertidur pulas ditempat tidur, dibangunkan Karin dari tidurnya karna waktu sudah menunjukan pukul delapan pagi. Karin mengulet seperti anak kecil dan merengek karna di bangunkan tidurnya oleh Raka.
Ayo bangun, Raka mengoyang goyangkan tanggan Karin agar bangun.
Gue masih ngantuk.
Udah jam delapan, kuliah ngak lo.
Kepala gue sakit banget, kata Karin sambil memengangi kepalanya.
Buruan mandi gue tunggu anti gue anter.
Karin pun berjalan dengan berat hati ke kamar mandi sedangkan Raka keluar kamar lebih dulu untuk sarapan.
Kini merekapun sudah siap berangkat, Karin masih terlihat mengantuk dan malas malasan. Kedua orang anak buah yang sejak minggu lalu mengikuti karin sudah bersiap mengintai kemanapun anak majikanya itu pergi, mereka laporkan apa yang mereka lihat pagi itu dan tentu saja bos mereka merasa senang dengan hasil pengintaian itu . Tapi sayangnya hal itu tak langsung membuat papah Karin puas karena bisa jadi itu cuma tipu muslihat anaknya saja.
Karin pun tiba di kampus dengan rasa malas yang luar biasa ditambah kepalanya masih terasa berat sekali. merekapun tiba didepan kampus Raka menyadari dari tadi di ikuti oleh orang lain dan dia sudah tau siapa mereka, dia bukakan pintu untuk Karin dan berlaku manis ke istrinya itu.
Elo ngak salim dulu gitu ke gue? kata Raka sebelum karin masuk ke kampus.
Hah . kata karin tak mengerti, Raka pun memberinya kode pada mobil dibelakang mereka yang mengikuti mereka dari tadi dan karin mengerti maksud kode dari Raka lalu mencium tanggan suaminya itu. Dan dengan tiba tiba Raka mengecup kening Karin .
Karin pun sempat kaget dengan perlakuan Raka padanya lalu ia segera masuk ke kampus dan Raka pergi dari situ menuju kantor. Raka pun melihat kebelakang memastikan apakah dua orang itu mengikutinya atau tetap di sana, setelah memastikan semua aman Raka pun melajukan mobilnya sedikit kencang menuju kantor dan ternyata mereka hanya mengikuti Karin saja, sedikit lega karna Raka tidak dimata matai oleh mertuanya.
Kedua mata mata itu pun mengirim foto kepada bos mereka. Cukup puas melihat hasilnya tapi tugas mereka belum selesai, di sisi lain papah Karin juga memata matai Biyan tapi seperti yang mereka laporkan bahwa tidak ada gerak gerik yang mencurigakan dari pria itu, bahkan Karin dan Biyan juga tak terlihat bersama beberapa minggu ini. Papah Karin cukup puas dengan janji anaknya dan ia berharap anaknya bisa benar benar menjalani rumah tangga bersama Raka.
Karna dirasa cukup untuk memata matai Biyan kedua orang suruhan papah Karin pun di pangil untuk berhenti dan tetap fokus untuk mengikuti Karin. Mereka pun melanjutkan tugas sesuai intruksi bosnya. Sebenarnya Karin sudah sangat Rindu dengan kekasihnya itu tapi dia harus meyakinkan papahnya agar percaya padanya dan tak banyak pikiran.