Pulang

1263 Kata
Tolong antar gua pulang ya san, pinta Nandini pada santi mereka pun melaju ke rumah orang tua Dini Tapi lo udah siap kan? Nandini hanya menganguk sambil menghapus air matanya . Masih tak percaya dengan semua ini Udah dong din lo jangan nangis terus, janji sama gue apapun yang terjadi gua ngak bakal iklas elo balikan sama Dika meski gua tau kayaknya dia juga dijebak sama keluarga sendiri tapi gua ngak bakal iklas selama keluarganya idup. elo tenang aja san, gua juga udah ngak mau kembali sama mereka kayaknya perasaan cinta gua ke Dika tuh ngak pantes dibales dengan semua ini Bener, gua bakal jadi garda paling depan buat lo ,gua bakal selalu belain elo apapun yang terjadi Thank you san, elo emang sahabat terbaik gua Dini memeluk sahabatnya itu sambil menguatkan diri setelah samapai di rumah Dini langsung menghambur ke pelukan mamanya yang lagi nyiram tanaman, sontak mamanya kaget karena tiba tiba dipeluk dari belakang dan di lihatnya putri kesayangannya menangis tersedu sedu. Ada apa ini nak, kenapa nangis? suami kamu mana? Ma aku minta maaf ya selama ini aku ngak pernah cerita ke mama tentang semuanya. hikshiks Ayo ayo kita masul dulu yuk. Mereka pun masuk ke rumah Loh din kamu kok kesini sama siapa? tiba tiba papa muncul dari belakang dan bertanya. Sama Santi pa Ada apa ini papa kok bingung, kenapa kamu nangis nak? Ayo kita duduk dulu , kata mama Mereka semua duduk dan tatapan mereka penuh pertanyaan ada apa sebenarnya? Ada masalah apa nak? mama bertanya pada Dini, dia mencoba menguasai emosinya dulu baru ia ceritakan semuanya. Maafin aku ma pa. mama dan papa saling pandang bingung Maaf untuk apa nak? kata mama Maaf kalo Nandini mengecewakan kalian, Dini melirik sebentar Santi dan ia menganguk pada Dini cepat. Selama ini aku ngak pernah jujur dengan kalian tentang perlakuan keluarga Dika ma, mereka ngak suka sama aku apalagi aku belum punya anak orang tua Dika pengen cepet punya cucu. Lalu apa salahnya mungkin Allah belum kasih, sela papa pada cerita Dini. Masalahnya sekarang aku udah di ceraikan pa, hikshikshiks tangis Dini pecah kala mengucapkan kata kata itu Apaa, ke dua orangtuanya kaget bersamaan. Iya om tante Dini udah cerai dan sepertinya Dika juga ngak tau menau tentang ini semua di urus keluarganya secara diam diam, gitu cerita yang saya dengar. Santi membantu menjelaskan ke pada orang tuanya Papa masih ngak habis pikir kenapa mereka bisa berbuat seperti ini sama kamu Apa yang membuat kamu diperlakukan seperti ini nak? mama bertanya dan memeluk putrinya erat Mereka angap aku bukan menantu yang baik, ngak nurut sama mertua, bawa pengaruh buruk sama Dika. Ku ceritakan panjang lebar semua kejadian yang menimpa hidupnya kala berumah tangga pada kedua orang tuanya, apa saja yang ia lalui disana dan tentu saja orang tuanya marah sekali dengan mereka terutama papanya, beliau sangat tidak terima denga apa yang terjadi pada putrinya sedangkan mama hanya menangis sambil memeluk anaknya erat. Sepertinya Dika masih tidak terima dengan perceraian kita pa, tapi aku udah ngak mau ketemu dia lagi. Tapi papa bersyukur kamu cerai dengan Dika meski ini bukan keinginan kamu tapi papa jauh lebih ngak iklas kalo kamu menikah tapi mereka ngak bisa terima kamu. Yang sabar ya sayang, mama selalu dukung kamu Makasih ya ma pa, kalian selalu mau dengerin cerita aku, makasih juga ya san kamu selalu ada buat aku. aku udah angep kamu sodara sendiri Din pasti aku bantu apapun itu. Perasaan lega itu terasa nyata di benak Dini, Dia benar benar merasa lega telah menceritakan semuanya pada orangtuanya meski masih ada rasa cinta untuk Dika tapi semua ini sudah jelas bahwa keluarganya tidak menginginkan Dini di sana, percuma juga di perjuangkan apalagi sudah jelas jelas ditentang oleh ibunya dia jauh lebih iklas bercerai dari pada harus di olok olok terus oleh mereka. Jika ditanya perasaan orang tua Dini tentu mereka sangat terkejut dan marah tapi mereka baik sekali tidak menghakimi atau menyalahkan. Santi langsung pulang setelah itu Dini pun langsung mengurung diri di kamar, orangtuanya sibuk beres beres sedangkan kedua adiknya sedang sekolah, papanya sudah pensiun dan beliau memilih kesibukan baru sebagai pembuat furnitur sedangkan mamanya masih mengajar disalah satu SMA di bogor tapi hari ini beliau ijin cuty untuk beres beres tempat pembuatan furnitur papanya. Asalamualaikum din buka din, dor dor dor suara gedoran pintu itu membuat kaget dan Dini masih didalam kamar engan untuk keluar karena dia tau siapa yang mencarinya. Ada apa? triak papa dari samping rumah Pa Dini ada, saya perlu ngomong sebentar sama Dini ngomong aja sama saya nanti saya sampaikan Pa tolong bantu saya ketemu Dini sebentar aja, Dika memohon pada mertuanya itu sambil berlutut. Bangun dik, saya ngak mau dilihat tetangga kamu kayak gini ayo masuk dulu Dika dan mama mengikuti papa dari belakang masuk dalam rumah. Mau apalagi kamu ketemu anak saya? jujur saya kecewa sama kamu dik, saya membesarkan anak saya dengan penuh kasih sayang dan cinta saya berharap dengan dia menikah dengan laki laki pilihanya sendiri bisa bahagia dan saya percaya kamu bisa melindungi dan menyangi anak saya dengan baik tapi apa yang dia terima? perlakuan tidak baik dari keluargamu Maaf pa, saya tau saya salah tapi sumpah demi Allah saya ngak tau tentang perceraian ini, saya sendiri juga kaget. Itu berarti kamu sudah gagal Dik, sudahlah jangan temui anak saya lagi sudah cukup dia menderita saya benar benar kecewa. Saya mohon pa ijinkan saya ketemu Dini sebentar. ngak ada yang perlu di bicarakan, kejadian ini sudah jelas semua bahwa kamu gagal jadi suami untuk anak saya, keluargamu sudah memutuskan apalagi yang ingin kamu bicarakan. kali ini mama yang bicara dengan kesal Saya mohon beri saya kesempatan untuk ketemu Dini jika dia ngak mau berjuang dengan saya mulai hari ini saya akan berhenti mencari dia pa ma, saya mohon saya sangat mencintai Dini tapi saya juga tidak tau perbuatan orang tua saya selama ini. Dika bersujut dan memohon pada orang tua Dini sambil menangis, Dini hanya bisa menguping dari balik pintu kamar, ia coba kuatkan nyali dan kali ini dia keluar memberanikan diri. Apa lagi yang kamu inginkan dariku mas, kluargamu sudah membuangku. Dini mencoba menahan amarah saat mengucapkan itu dan Dika segera bangun dari duduknya menghampiri wanita yang kini bersatus mantan istrinya itu. Din aku minta maaf , aku ngak bisa hidup tanpa kamu aku sangat mencintai kamu. Kamu jangan gila, aku tau kamu tidak bisa menentang keluargamu. Kali ini aku akan coba din berjuang sama kamu, kita pergi tingal yang jauh dari keluarga aku biar kamu hidup nyaman sama aku, kita bangun keluarga kita sendiri disuatu tempat ya! Kenapa ngak dari dulu sih kamu ngomong gitu ini semua udah ngak berlaku kita udah cerai mas, sadar itu Maaf din maaf, aku salah aku jahat tapi aku sangat mencintai kamu. Dika bersimpuh dihadapan dini sambil memegang tanggan mantan istrinya itu. Lebih baik kamu pulang mungkin ini jalan terbaik, aku tidak mau menjadi orang yang memisahkan kamu dengan keluargamu. kalian berhak bahagia dan aku akan mencari kebahagianku sendiri. Dini langsung pergi ke kamarnya dan ia kunci, Dika masih didepan pintu kamarnya sambil menangisi keadaan Maaf din maaf , perlu kamu tau aku sangat mencintai kamu sampai kapanpun aku bakal terus nunggu kamu din. Aku ngak perlu kamu tunggu semoga kamu cepet dapet penganti ku yang cocok dengan keluargamu. teriak Dini dari dalam kamar Sudah dik ayo saya antar ke depan, papa berkata pada dika sambil membantu Dika berdiri. saya pamit pa ma Kamu tidak perlu memangil kami mama papa lagi karna sekarang kamu bukan menantu kami, ucap mama sinis Assalamualaikum saya pamit, Dika mencium tanggan orang tua Dini lalu pergi walekumsalam, jawab mereka bersamaan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN