Bab 10

1003 Kata
''Siapa ya bu?'' tanya Fera. ''Emmm ibu gak tahu nak, tapi dua cowok kayak orang kantoran gitu, satu kayaknya majikan dan satu lagi bos deh nak, ganteng lagi orangnya beh kayak orang kaya gitu,'' ujar bu kos. Fera mencoba mengingat seseorang yang di ceritakan oleh Bu kos." kayak itu bukan Digo deh, terus itu siapa dong," batin Fera. "Makasih ya Bu saya pamit dulu, oh iya Bu jika ibu ketemu Kirana segera coba tahan ya Bu dan hubungi no saya." Fera memberikan no hp ke Bu kos. "Iya nak," Jawab Bu kos. "Terima kasih Bu." Fera naik ke motor dan sepanjang jalan terus menghawatirkan Kirana. "Kir, Lo sebenarnya dimana kenapa no Lo gak aktif dan juga kenapa Lo gak cerita ke gue," batin Fera sepanjang jalan menghampiri Digo sepupunya. Di sisi lain mobil paziro, Raymon tampak gusar dirinya sangat gelisah memikirkan Kirana, gadis yang jadi korban perbuatan bejatnya. Yap setelah Kim mencari tahu bahkan tak setengah- setengah mencari juga latar belakang Kirana. Barulah Raymon tahu nama gadis yang menghabiskan malam dengannya. "Tuan tidak apa apa?" tanya Kim dengan hati- hati. "Kim bagaimana pun caranya kau harus kerahkan detektif ataupun anak buah yang kita punya untuk mencari di seluruh negara A ini paham," perintah Raymon terkesan dingin dan datar. Tapi ada rasa takut, cemas dan khawatir menjadi satu menghiasi wajah Raymon. "Baik tuan," Jawab Kim dengan cepat"ini kita mau kemana tuan?" "Ke kantor dan sebelum itu beri pelajaran ke perusahaan HBS buat mereka tak lagi berkutik karena udah berani- beraninya menggangu ku dan bahkan tak segan ingin menjebak ku," tintah Raymon sumringah. "Baik tuan." Kim menjalankan mobil menuju ke kantor, Kim sudah menduga tuannya pasti bakal gila kerja hari ini dan menjadikan karyawan sebagai pelampiasan amarahnya. Baik Fera, Digo dan Raymon mencoba mencari Kirana. Bahkan Digo juga meminta bantuan dari teman kerja Kirana Gita, Diana, Nisa, dan Tito. Namun hasilnya nihil. Fera juga mencari di panti asuhan namun tidak menemukan hasil. Dia bahkan mengerahkan anak buah koleksi Daddy namun usaha semua orang sia- sia. Mereka semua berharap Kirana bakal baik - baik saja. FLASHBACK OFF "Begitulah Fer ceritanya, gue di pergi ke negara F. Disana gue ketemu teman panti asuhan gue saat baru tiba di negara sana." "Pantes waktu gue cari lo ada dua orang yang datang ke kos-kosan lo. Gue yakin tuh orang yang namanya Raymon,'' ujar Fera. ''Lo yakin orang itu cari gue?'' Kirana kini menatap Fera, dan di angguki Fera. ''Lo gak mau apa coba beri tuh cowok satu kesempatan, menurut gue dia kayak mau bertanggung jawab deh sama lo,'' ucap Fera memberi pencerahan ke Kirana. "Tetap aja gue gak mau Fera... gara - gara dia kehormatan selama ini gue jaga dia ambil secara paksa dan itu membuat gue benci banget ke dia," ucap Kirana memburuh. "Baiklah itu terserah mu kir, jangan terlalu benci seseorang entar cinta beneran baru tahu rasa," kata Fera. ''Idih gak bakal,'' jawab Kirana memutar badannya. Fera mangut-mangut saja. Di kamar Triple, Kenzo memainkan ponsel punyanya. Dia ikut perlombaan turnamen game level orang dewasa dan bahkan peserta yang ikut perlombaan itu bisa di juluki sebagai gamer handal. Di layar laptop hanya Kenzo dan Kanaya, sedangkan Kenzi asik molor.'' Bang yakin ikut turnamen ini kita bakal ketemu Daddy?'' tanya Kanaya. ''Hemm udah ikut aja rencana abang, gak mudah buat mama ke negara ini tahu,'' ujar Kenzo jari- jemarinya begitu lincah di keyboard laptop. Apalagi begitu cepat dan mahir dalam memenangkan pertandingan lawannya tak mudah. Tetapi, bagi Kenzo ini sangat mudah.'' Bang gimana jika mama tahu bang, kalau abang main game lagi dan Abang juga buat mama di pindahkan tugas kemari,'' ucap Kanaya sangat polos. Kenzo berdecak sebal ke arah Kanaya.' Adik ku sayang, dengar Abang jika Kanaya gak kasih tahu dan tetap diam merahasiakan kalau Abang yang retas keamanan perusahaan mama. Kita bakal aman, jadi diam biar Abang yang bekerja toh hadiahnya untuk mu.'' mendengar kata hadiah buat mata Kanaya membinar dan imannya lemah. ''Benar ya Bang.'' di angguki cepat oleh Kenzo. ''Ayo bang lawan mereka jangan kasih ampun Bang, hajar terus Bang jangan kasih kendor! pekik heboh Kanaya menyemangati Kenzo. ''Berisik kali uuuugh huy main lagi Bang?'' tanya Kenzi mengucek- ngucek mata menghampiri kedua saudara kembarnya ''Bukannya Bang Kenzo gak di kasih ikut turnamen lagi ya sama mama,'' ujar Kenzi melihat keunggulan skill permainan gamer Abang kembarnya. ''Asal dirimu diam tak bocor maka mama gak bakal tahu,'' sahut Kenzo masih fokus ke layar laptop memusnahkan lawan turnamen. ''Aman tuh ma, asal hadiahnya bagi rata aja.' Kenzi mengisyaratkan jari tutup mulut. ''Yah jatah aku berkurang deh jadinya,'' cemberut Kanaya. "Dasar adek- adek mata duitan semuanya," batin Kenzo jengah. Yap Kenzo emang selalu bermain game di ponsel. Maka nya dia lebih suka di dunia gamer dari pada bermain seperti bocah. Walau pun dirinya bocah sih, tapi dia gak suka. Kenzo emang selalu melatih skillnya untuk turnamen akan mendatang. Seperti sekarang bahkan dia diam - diam meretas keamanan sistem perusahaan mamanya berkerja berharap mamanya dan daddy-nya bertemu. Di perusahaan WINNER, Raymon lagi memimpin sebuah rapat. Raymon fokus dengan layar depan besar sambil mendengarkan penjelasan dari karyawan yang maju prestasi. "Seperti kita ketahui bahwa turnamen yang kita adakan, banyak sekali yang menawarkannya berbagai hal kontrak kerja sama. Apalagi gamer nama akunnya adalah KIRKEN. Banyak dari mereka sangat ketakutan jika bertanding dengan gamer ini." "Yang sangat disayang kan Kirken sangat misterius, setiap dia memenangkan pertandingan dia selalu menolak untuk datang. Bahkan hadiah dari turnamen dia ingin dikirimkan dari rekening yang dia ajukan." Raymon menghidupkan mikrofon." Bagaimana dengan wawancara saat pemenang juara satu?" tanya Raymon ada rasa tertarik seketika. "Biasa nya Kirken bakal mengirim suara voice tanpa menampilkan wajah," Jawab karyawan yang prestasi. "Baiklah rapat sampai sini segera cari celah mengenai Kirken ini," tintah Raymon beranjak berdiri berjalan merapikan kancing jas miliknya. Raymon berjalan menuju ke ruang kerjanya. Dia menghidupkan laptopnya, namun ada sebuah virus masuk dalam laptopnya. Raymon mencoba membersihkan virus tersebut. "Siapa cegukan berani kirim mainan seperti ini." Raymon tersenyum sumringah. Saat Raymon membersihkan virus yang tiba tiba datang. Ada sebuah tulisan yang muncul dari layar laptop saat virus tersebut hilang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN