Bab 9

1017 Kata
Pagi hari Kirana bangun mengejam mata perlahan. Rasa sakit di seluruh tubuhnya, berasa remuk seketika. Kirana duduk menahan perih dibagian bawahnya. "Sssseet ah," desah rintih kesakitan. Bagaikan kaset rusak, ingatan kegiatan panas mereka berdua tergiang di kepala Kirana. Air mata luluh seketika, Kirana menatap penuh kebencian pria di sampingnya. Tanpa peduli rasa sakit Kirana memakai kemeja dan jas Raymon. "Aku benci kepada mu," ucap Kirana sebelum meninggal kamar hotel pribadi milik Raymon. Kirana pergi dengan langkah tertatih-tatih sepanjang lorong kamar hotel. "Gak pernah ku lupakan kejadian semalam tuan Raymon," gumam Kirana penuh dendam dan kebencian amat, sambil mengelap air matanya. ****** Tibalah Kirana dikos- kosannya. Dia terus mengguyur badannya dengan gayung. Sambil menggosok- gosok seluruh tubuhnya dengan kasar. "Sangat kotor.... aku jijik aaaaakh ini benar-benar menjijikkan," tangis pilu Kirana. Hampir dua jam Kirana menyiksa tubuhnya sampai menimbulkan lecet dan kemerahan. Kirana pun berdoa diatas sajadah dengan teduh dan tangisan sangat memilukan. "Ya Allah ampuni hamba mu ini, hamba tidak bisa menjaga kehormatan hamba ya Allah hiks ... hamba sangat jijik dengan tubuh hamba ini" menepuk-nepuk dadanya," ya Allah beri hiks... hamba ketabahan dalam menghadapi ujian ini semua amiiin." Kirana tidur dengan bentangan sajadah. dan memejamkan matanya tak terasa tertidur dengan derai air mata terus tak berhenti mengalir. Sedangkan di tempat lain Raymon meregangkan otot-otot tubuhnya. Dia duduk sebentar sambil mengumpulkan nyawa dulu. Dia sibak selimut dimana ada noda darah, Raymon ingat betul dia telah memperkosanya seorang gadis tak bersalah. "Sial ... gue harus cari tuh gadis. Tapi kenapa dia gak minta pertanggung jawaban gue? gak gue harus secepatnya cari tuh gadis entar dia bunuh diri bergedik ngeri juga jika gue di hantui." Raymon beranjak dari tempat tidur. ( aduh ???? bisa - bisa mikir seperti ini.) Mencari hp miliknya dan menghubungi Kim udah udah sadar atau belum. KRIIIIIIING KRIIIIIIING Tak lama telepon terhubung. ["Kim Lo udah bangun?]" tanya Raymon. ["Udah tuan justru saya sedang cari tuan dimana? saya sangat cemas dengan keadaan tuan, apakah tuan baik - baik saja?]" kini giliran kim bertanya sedang di lobi hotel. ["aku baik baik saja, kau buruan kesini kabar pribadi ku biar ku jelaskan apa tugas mu,"] perintah Raymon. "[Baik tuan,"] jawab Kim. Raymon mematikan telepon sepihak. Yap pagi harinya sebelum Raymon sadar duluan, Kim sudah sadar dia kaget dan segera bersiap mencari Raymon saking paniknya. Sebab baru kali ini penjagaan serta kewaspadaan mereka lengah sampai bisa kena jebakan semalam. Kim bersyukur tuan tidak kenapa-Napa dan tidak kena jebakan dari Violet putri pemilik perusahaan HBS. Kim bergegas menuju ke kamar pribadi Raymon. Dengan mengunakan life, hingga tak sampai lima menit Kim sampai di pintu kamar Raymon. Tok Tok Tok "Masuk." KLEK Kim masuk melihat kamar Raymon berantakan. Apalagi yang jadi pusat perhatian Kim adalah di sepre putih ada noda darah. Kim berpikir tuan menghabiskan malam dengan siapa, masa iya tuan kena jebakan, tapi tidak ada nona Violet begitulah kira - kita pemikiran Kim. "Kau sudah datang Kim," ujar Raymon datang dari kamar mandi. "Iya tuan, jadi apa tugas untuk saya tuan?" tanya Kim menuduk hormat. "Seperti kau udah lihat ada noda darah di seprei itu, jadi kau cari dari kamera cctv gadis penolong ku dan sekaligus gadis yang ku perkosa," tintah Raymon. Kim langsung terkejut mendengar nya. "Baik tuan akan saya laksanakan," Jawab Kim dengan cepat. "Aku ingin bertagung jawab dengannya Kim, Karena akh sangat yakin setelah ini dia pasti akan mengandung benih ku!" seru Raymon. "Secepatnya saya bakal cari tuan sampai ketemu." setelah mengatakan itu Kim segera mencari Kirana korban pemerkosa Raymon tak sengaja. DUA MINGGU KEMUDIAN Kirana sengaja tidak masuk kerja, dia justru adik tidur di kasurnya. Kim tahu jika gadis yang di perkosa oleh tuan nya adalah seorang og di hotel WINNER. Kim pun baru tahu jika Digo lah yang memasukan Kirana. Awalnya Digo bingung kenapa CEO ingin tahu alamat tempat tinggal Kirana, namun Digo beralasan tidak tahu. segala bujuk yang dilakukan Kim tak membuahkan hasil. Mau gak mau Raymon langsung turun tangan. Mengancam Digo barulah Digo terpaksa mengatakan alamat rumah Kirana. Raymon menyuruh kim segera mengantarkan dirinya ke alamat yang di kasih tahu Digo. Di sisi lain Kirana terus muntah- muntah sampai lemas tak bertenaga. "Huweeek... huweeerek " tidak ada yang keluar kecuali air bening tok. "Apa aku masuk angin ya?" gumam," jangan- Jangan." Kirana berlari mengambil hp milik dan dia mengecek aplikasi dimana tanggal terakhir dia haid. Kirana menjatuhkan hp miliknya sambil terduduk lemas dilantai menutup mulutnya. "Hiks ... hiks gak ... gak mungkin. Aku harus cek ke dokter kandungan," ucap Kirana dia mengecek ke dokter kandungan. Dan apa yang Kirana khawatir dan cemaskan terjadi. Kini kandungan Kirana sudah dua Minggu dimana dua Minggu lalu kejadian naas itu terjadi. "Maaf kan mama ya nak, gara- gara mama kalian hadir dengan keadaan tak seharusnya. Aku tak boleh tinggal diam pasti suatu saat kehamilan ku pasti terungkap oleh warga apalagi bu kos. Aku harus ke luar negeri." Kirana bertekad meniggalkan negara kelahirannya. Agar anak - anak yang dia kandung tidak dicemooh apalagi pasti kehamilan dianggap buruk oleh masyarakat rakyat. Belum lagi dia bakal di DO jika tahu pihak kampus jadi dia memilih pindah kampus dan ke pergi keluar negeri. Di kampus Fera tak kunjung melihat Kirana sahabatnya datang me kampus jadi memikirkan sahabatnya itu. "Kirana kemana ya? kok gak datang ke kampus?" Fera bertanya-tanya. "Coba ku hubungin Digo mana tahu saking sibuknya dia kerja jadi lupa dia sama kampus dan sahabatnya ini." Fera menghubungi Digo, namun saat di tanya fera jadi terkejut dengan jawaban Digo sepupunya itu. "Wah ada yang gak beres nih sama Kirana. Gue kudu ke kos- kosan nya segera, gue tanya Kirana apa yang terjadi kenapa dia tak datang ke kampus dan kerajaan," batin Fera pergi dengan motor miliknya. Di saat bersamaan Fera melihat bu kos berada di kamar pintu kos-kosan Kirana. "Loh Bu kok disini?" tanya Fera. "Eh nak Fera mau cari Kirana ya?" "Iya Bu kok tahu sih," ucap Fera. "Aduh nak Kirana udah gak ngekos lagi di sini, baru beberapa jam lalu dia pindah ini kunci kos- kosannya sama ibu. Baru juga sebelum nak Fera datang udah ada juga tuh yang cari Kirana." ucapan bu kos sukses membuat Fera jantung dan cemas.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN