Dengan sangat susah payah Kirana membopong tubuh Raymon. "Maaf tuan kita sudah sampai, apakah adae kunci car pintunya?" tanya Kirana.
Raymon mencari car kunci pintu kamarnya. Dia merogoh saku jas, akhirnya car itu ketemu.
Raymon memberikan car ke Kirana. Kirana tentu lekas menggambil lalu menempelkan ke pintu.
Ting
Pintu terbuka Kirana membantu Raymon masuk kedalam.
BUG
Kirana melekatkan begitu saja tidak ada lembutnya sama sekali. "Gila, nih badan orang berat banget, kebanyakan dosa kali ya," gerutu Kirana nafasnya udah ngos-ngosan akibat kelelahan membantu Raymon.
"Nah tuan anda sudah sampai saya pamit undur diri," ucap Kirana hendak mau melangkah keluar.
Namun Raymon memanggil kembali Kirana." Hey kamu hah ... yah bisa bantu saya," pinta Raymon dengan nafas tersengal-sengal.
Kirana berbalik dan menghampiri kembali Raymon. "Ya tuan mau minta bantuan apa?" tanya Kirana.
"AAAAAAHK aku sudah tidak tahan lagi! maaf saya bakal tanggung jawab!" pekik Raymon menarik Kirana dalam kungkuhan nya.
"EEEH apa - apa ini tuan, lepaskan saya." protes Kirana memberontak.
Raymon mengelumat bibir kirana agar bungkam. "Emmmmmmm"
Kirana melotot bibirnya di bungkam dengan bibir Raymon. Dirinya tidak terima merasa di lecehkan Kirana menendang Raymon hingga pangutan mereka terlepas dan Raymon terjungkal ke belakang.
"b******n, berani anda melecehkan saya!" murka Kirana mengambil seribu langkah untuk kabur.
"Loh kenapa pintu tidak bisa di buka." Kirana mencoba membuka pintu, tapi nihil pintu nya terkunci.
"Ah iya kartu kunci car pintunya," gumam Kirana mencari kartu car.
"Aaaaakh!" pekik Kirana terkejut ada yang mengendong nya kayak karung beras.
BUG
Dengan kasar Raymon melempar Kirana ke atas ranjang. "Auh ..." ringis Kirana.
"Kesabaran saya sudah habis! saya hanya meminta bantuan lalu saya berjanji bakal tanggung jawab, tolong saya hilangkan rasa panas yang menyisakan ini," lirih Raymon memohon.
Kirana tentu saja ketakutan dia bahkan mudur secara perlahan saat Raymon mendekati nya.
Kirana mengeleng cepat tanda tidak setuju." Cari saja wanita di luar sana untuk menghilangkan nafsu gairah Anda tuan, tapi tidak dengan saya. Saya mohon." Kirana mengatupkan kedua tangannya memohon ke Raymon agar melepaskan dirinya.
Kirana loncat dari ranjang mencari sesuatu sebagai senjata perlindungan diri. Raymon tentu saja dengan cepat kembali menangkap Kirana.
"Dapat kamu baby, sekarang saya tidak bakal biarkan kamu lolos lagi."
"AAAARRRRggg lepas, lepas kan saya, saya mohon...."
Kirana terus memberontak dalam gendongan Raymon. "Tidak semudah itu baby," ucap Raymon menaruh Kirana kembali di atas ranjang.
Lalu menindih tubuh Kirana, bukan hanya itu saja kedua tangan Kirana di kunci di atas kepala Kirana.
"LEPAS! LEPASKAN SAYA! DASAR b******n GILA! TOLONG.... TOLONG SAYA SIAPA PUN!" teriak Kirana meminta tolong.
Sayang nya teriakan Kirana sia- sia karena tidak ada satupun orang yang bakal menolongnya. Sebab Raymon terlebih dahulu dari awal kamarnya tidak boleh ada seorang pun sembarangan orang masuk ataupun lewat.
Kreeeek
Satu tarikan saja Raymon mampu merobek baju yang di kenakan Kirana. "AAAAAAHK! saya mohon tuan jangan hiks .... tolong siapa pun," lirih Kirana sudah benar- benar badannya ketakutan dan gemetar.
Raymon membungkam bibir Kirana. Tak hanya itu saja Raymon pun juga membuka baju dan celananya. Lalu menyibak penghalang kain Kirana juga.
Kini mereka sama - sama polos tanpa sehelai benang. Kirana sudah lemas di atas ranjang dia sudah sangat pasrah.
"Tenang lah baby aku bakal melakukan dengan pelan, sakitnya mungkin cuma sebentar setelah itu kamu bakal merasakan nikmatnya surga dunia," kata Raymon.
Raymon tak menuggu lama lagi dia langsung merenggut kesucian Kirana. Kini Kirana resmi menjadi wanita seutuhnya. "Aaaaakh sakit.... hentikan tuan ... stttt ini sangat sakit," rintih Kirana kesakitan di bagian intimnya.
Terjadilah pergulatan panas keduanya. Raymon pun yang sudah terbakar oleh gairah dan nafsu dengan semangat bergoyang.
Hingga Kirana tak sanggup lagi menyeimbangi tenaga Raymon. Sampai Kirana tak sadarkan diri. Itu pun Raymon belum sampai pelepasan.
Kamar dan berserta benda mati yang lain menjadi saksi bisu dari kegiatan panas. Raymon sampai pelepasan dan menyudahinya walaupun Kirana udah pingsan duluan. Kegiatan itu berhenti jam tiga pagi lama nya.
Raymon amruk di samping Kirana dengan nafas tersengal-sengal. Sebelum Raymon menyusul Kirana alam mimpi Raymon mengecup kening Kirana penuh kasih.
"Tidur lah sayang, besok aku bakal tanggung jawab." memeluk Kirana.
Di tempat lain Violet yang sudah tidak mood karena rencananya gagal. Dia memilih kembali ke kamarnya.
"Git, Lo nampak Kirana?" tanya Diana.
"Gak Emba mungkin udah pulang kali, kan dari tadi aku sama Emba Diana," ujar Gita.
"Oh gitu ya mudahan emang Kirana udah pulang duluan," kata Diana.
"Woysss ngapain ngumpul- ngumpul?" tanya Tito tiba- tiba datang bersama Nisa.
"lagi bagi- bagi sembako pemerintah," Jawab Gita dengan jutek.
"Wih mantep tuh, mana sembako jatah gue? sebagai rakyat yang kurang mampu lagi gue bisa dong dapat," ucap Tito
Gita langsung bersungut kesal, ketiganya langsung gelak tawa.
"Eh Nis, tadi kan, elo sama Kirana ya kan, mana tuh anak satu kagak muncul?" tanya Gita.
"Emmm tadi sih sejam yang lalu udah mau siapa pulang, mungkin sudah pulang!" seru Nisa.
"Em gitu ya udah kita pulang yuk udah malam pun," ajak Gita mengandeng tangan Nisa.
"Tadi tanya Kirana, emang ada apaan sih?"
"Gak ada cuman nayak aja," ujar Gita.
"Git, pulang hati- hati ya," ucap Tito dengan kebucinannya.
"Huweeek mau muntah gue dengar gombal Lo," sahut Gita.
"Haiss kalian ini berantem mulu entar jodoh baru tau rasa," jail Diana.
"Amiiin"
"Isss amit - amit bajang bayi." mengelus perutnya dan mengetuk kepalanya berkali- kali.
Tito dan Gita kompak menjawab bersamaan, tapi jawaban mereka berbeda.
"Cieee jawab aja sampai kompak gitu, ya gak Emba," ucap Nisa menyenggol tangan Gita.
"Ih kenapa kalian pada goda gini sih." Gita menghentak- hentakan kakinya kesal lalu mempercepat langkahnya.
"Eh Git, tunggu jangan tinggalin gue!" teriak Nisa mengejar Gita.
Tanpa mereka sadari seseorang mendengar kan pembicaraan mereka. "Yah padahal aku mau kasih makan ini ke kirana," kecewa Digo.
Yap orang yang mendengar pembicaraan mereka tadi adalah Digo. Digo tadi lewat dengan menenteng bungkusan berisi banyak makan untuk dikasih ke Kirana.
Namun saat mendengar Kirana telah pulang, Digo kecewa gagal memberikan makan yang dia bawa.
"Hufffh ya udah deh kasih si bantet satu tuh aja," gumam Digo pergi dari lorong dan pulang menemui sepupunya Fera.
"Pasti tuh bantet bakal habis ini semua makan sama dia," kekeh Digo mengigat sepupunya Fera.