Bab 7

1042 Kata
"Pastinya membuat mereka tak bisa lagi berpikir seperti itu," ujar Raymon. "Atur nanti malam persiapan meeting dengan putri pemilik perusahaan HBS itu," tintah Raymon ke Kim. "Khem maaf pak maksudnya nona Violet gitu pak," ralat Kim. "Ya terserah nama nya siapa gitu," ucap Raymon dengan datar. ******** Malam hari nya seorang gadis dengan berpenampilan modis dan elegan masuk kedalam restoran. Di mana Restoran tersebut dekat dengan hotel. Gadis itu duduk di bangku yang telah disediakan. "Khem apa yang ku suruh sudah di siapkan bukan?" tanya gadis itu dengan angkuh. "Sudah nona Violet, tenang saja sebuah yang anda perintah akan berjalan sesuai rencana," ujar pelayan itu. "Emmm aku akan puasa jika rencana ku berjalan dengan lancar, dan bonus nya tunggu jika berhasil," ucap Violet. Violet mengibaskan tangannya tanda untuk lekas pergi. Pelayan itu lekas pergi ke tempat yang sudah direncanakan. "Hmmm Raymon sayang sebentar lagi kami pasti jadi milik ku," gumam nya memutar gelas tangkai di meja. Ya dia adalah Putri pemilik perusahaan HBS. Violet Andrian gadis sangat licik dan super jahat. Apa yang dia ingin harus jadi milik walau pun meski pakai cara kotor sekali pun. Tak heran Violet memiliki sikap seperti itu sebab sang Deddy sangat memanjakan dirinya. Sampai dimana Presdir Lee gagal mendidik Putri nya violet. Beberapa saat kemudian Raymon datang dengan di dampingi Kim. Violet tersenyum cerah. Dia bahkan sangat senang melihat Raymon yang kini ada di hadapannya. "Maaf nona menunggu kami lama," ucap Kim tidak dengan Raymon dia bahkan bersikap sangat dingin. "Ah iya gak papa kok pak Kim saya maklumi yuk duduk kita mulai aja meeting nya!" seru Violet. Kim duduk disebelah Raymon. Mereka mulai membincangkan tentang kerja sama. "Ah saya rasa nona Violet kerja sama menjadi awal persahabatan kedua perusahaan." Violet menjabat tangan Kim dan Raymon. "silakan tanda tangan karena saya tak punya waktu banyak," kata Raymon sudah membumbuhi tanda tangannya di dokumen kontrak kerja sama. "Baiklah Raymon, tapi sesuai kesepakatan bersama kita setelah ini kita bakal makan malam, kan Raymon," ucap Violet nada manja. "Pak udah turuti aja kan ada saya yang bakal berjaga jaga sambil was - was juga selama saya di samping ada semuanya aman," bisik Kim. Raymon menghela nafas panjang, Violet melihat rencana tahap pertama berhasil bersorak riang dalam hatinya. "Nah ini dokumen sudah saya tanda tangan" Pkok pkok pok "Pelayan!" panggil Violet. Datanglah para pelayan yang menyajikan makanan dan minuman punya masing-masing. "Nah Raymon selamat makan," ucap Violet terseyum tipis. Mau gak mau Raymon makan." Makan lah Raymon habis itu habisi minuman hingga tanda tak tersisa lalu menunggu waktu yang tepat untuk yang menjadikan mu milik ku selama nya," batin violet tertawa didalam hati nya . Raymon yang sudah memakan setengah dia merasa sangat haus. Dengan cepat Raymon minum hingga tandas. Sambil melirik Kim yang gelagat mulai aneh. Kim melirik sekilas violet." Kim seperti gantuk berat gitu? Ah sial pasti di minuman ku juga ada yang tak beres," batin Raymon mulai segera menyadari rencana licik violet yang sudah disadari saat melihat Kim terasa aneh bahkan Kim seperti orang lagi nahan ngantuk. "Khem saya permisi sebentar dulu ke toilet," pamit Raymon segera kabur dengan alasan ke toilet. Seketika raut wajah Violet berubah." Sial pake acara ke toilet segala, mudahan reaksi dari obat itu tak cepat beraksi," batin Violet. "Ya Raymon, silakan cepatlah kembali," ucap Violet. Selepas kepergian Raymon, violet melirik sinis ke arah Kim. "Loh pak Raymon ke mana nona Violet?" tanya Kim sambil menguap. "Ke toilet," jawab singkat, kentus Violet. "Oh begitu huaaaah aku kok merasa sangat ngantuk banget." seketika Kim tumbang tertidur di meja. Violet menyunging senyum dia mengangkat tangan mengkode agar bawahannya kemari. "Ya nona Violet ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu. "Segera bawa pria itu ke kamar hotel no 267," perintah Violet lalu menaruh sejumlah lembaran uang merah banyak. Tentunya pelayanan itu menatap binar yang tips yang diberikan oleh Violet kepadanya. "Terima kasih banyak nona akan saya laksanakan," girang pelayan itu membopong tubuh Kim. Pelayan itu pun segera melaksanakan tugas dari Violet. Violet menyatukan kedua tangan dan memompang ke meja. "Ah sebentar lagi Raymon sayang kamu jadi milik ku," terkekeh pelan. Di sisi lain sebenarnya saat Raymon mau ke toilet dia sengaja bersembunyi sebentar. Dan benar saja Raymon emang sudah menduga. Dia menatap murka ke Violet. "Sialan tuh cewek beraninya dia mencoba menjebak gue, Kim sampai jadi ikut korban rencana sekarang sebaiknya gue segera bersembunyi dan minta pertolongan seseorang dulu baru mencari Kim berada," ucap Raymon melihat Seketaris Kim di bawa pergi orang suruhan Violet. Raymon sudah berada di dalam lift menuju kamar tempat pribadi. "Aaaaakh rasa nya reaksi dari obat itu mulai berkerja," gumam Raymon merasakan kepanasan luar biasa dari tubuhnya. Keringat sudah membanjir tubuh dan wajah Raymon. Padahal hotel itu sangat dingin karena ber AC. "Gue harus cepat menuju ke kamar," ucap Raymon ternggah- enggah. "Aaaaakh panas ini sungguh menyiksa ku!" pekik kesakitan Raymon," siap seberapa banyak violet menyuruh orang suruhan nya menaruh obat tersebut." Kebetulan Kirana berjalan di lorong kamar hotel. Sambil membawa alat pembersih. Raymon melihat seseorang lantas memanggil Kirana." Tolong seseorang .... tolong saya," ucap Raymon terengah-engah. Kirana mendengar seseorang meminta tolong dan melihat pria berjalan tertatih-tatih. Rasa peduli sesama untuk menolong bangkit dalam diri Kirana. "Permisi pak ada yang bisa saya bantu," kata Kirana telah menghampiri Raymon bersandar di dinding. "Tolong bawa saya ke kamar pribadi paling atas," ucap Raymon. Kirana mengaguk paham dia memapah tubuh Raymon. "Baik saya bantu pak permisi," ucap Kirana. Raymon membiarkan gadis di hadapannya memapah dirinya sampai ke kamar miliknya. Tapi saat Kirana menyentuh Raymon, Raymon merasakan gejolak aneh dari tubuhnya. Dia mencoba menahan desis agar tidak bersikap aneh. Apalagi kulit dia dan Kirana saling bersentuhan ada sengatan listrik yang Raymon rasakan. Kirana tidak tahu dengan membantu Raymon mengantarkan ke kamar pribadi miliknya. Menjadi awal perubahan dramatis dan mala petak yang akan terjadi malam ini. Di tempat lain Violet sangat ngamuk-ngamuk. Dia sudah menunggu Raymon dari toilet tapi tak kunjung datang. Akhirnya dia mengutus pelayan laki laki untuk memeriksa toilet. "Maaf nona Violet saya sudah meriksa beberapa kali toilet tapi tidak menemukan tuan Raymon," ucap Pelayan itu datang menghampiri Vooet dengan tergopoh-gopoh. "AAAARRRRggg!" Violet berteriak murka dia menggeser kan semua makan di meja sampai hancur tak tersisa. "Sialaaan apa rencana ku gagal," maki Violet nafasnya memburuh saking emosi nya membuat para pelayan menunduk takut kepadanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN