Selepas kepergian Pria itu, Karina hampir terjegal ke belakang karena di tarik seseorang. "Kirana ngapain Lo tadi berdiri disitu," ucap Diana yang menarik tangan Kirana.
"Emang kenapa kan cuman berdiri KK?" tanya Kirana balik.
"Astaga Kirana untung Lo anak baru jika tidak sudah pasti Lo seketika di pecat, asal Lo tahu Pria yang tadi sangat di hormati di hotel WINNER ini adalah CEO sekaligus pemilik hotel ini. Kalau gak salah nama nya Raymon ya," kata Diana.
Tito, Nisa dan Gita pada mengaguk" Asal Lo tahu gue aja yang pernah ke ruangan nya saat ngantar kopi beh dingin banget kayak kulkas cuy," kata Gita.
"Kalau gue sih gak ada masalah sih karena gue orang bukan kepoan," sambung Tito.
"Aku beberapa kali berpapasan tapi ya gitu tuh CEO dingin, datar beh kagak ada ramah nya jadi orang," ucap Nisa.
"JADI JANGAN BIKIN MASALAH SAMA PAK CEK RAYMON!" ucap mereka serempak berempat.
Kirana tersentak kaget."Apa begitu mengerikan jika berusaha dengan pemilik hotel ini?" tanya Kirana.
Lagi - lagi mereka kompak mengaguk bersama. "Aku tahu kir tuh CEO tampang nya tampan dan berduit beh tipe ideal banget, tapi sayang banget aku udah nikah, dah gitu aku pun bukan lah tipe tuh CEO," kata Diana menepuk pundak Kirana.
"Benar tuh kir gue aja kadang juga suka tersem- Sem sih kalau udah lihat yang bening dikit hehehe," cengir Gita.
"Huh giliran Cowok cakap aja langsung mata nya hijau." Tito mengusap kasar wajah Gita.
"AAAAAHK Tito Lo kurang ajar banget sih, blweee malah bau lagi tangan Lo habis makan apa sih tadi Lo?," ucap Gita dengan kesal.
"Hehe hehe tadi gue habis makan sambal terasi," jawab Tito dengan cengir.
"Pantes bau belacan," sungut Gita.
"Eits tapi cowok model pak CEO, cowok berduit loh," ucap Gita.
Tito pun berdegus kesal mendengar ucapan Gita, mereka pada tertawa melihat kelucuan Gita dan Tito.
Di sisi lain Raymon duduk di kursi ke besarannya. Di hadapan sudah ada empat petinggi penting yang mengurusi hotel WINNER saat Rsymon sibuk bekerja di perusahaan Grup WINNER.
"Jadi selama saya tidak ada di hotel ini apa ada masalah yang terjadi?" tanya Raymon menopang dagu nya.
Digo dan kedua petinggi hotel pada mengeleng kepala tapi tidak dengan satu nya lagi. Mereka sontak menoleh ke arah nya.
"Ada pak CEO."
"Apa itu?" tanya Raymon.
"Kita bakal kedatangan putri dari dari perusahaan HBS untuk menjalin kerja sama dengan hotel kita pak CEO," jawab nya dengan bangga.
Ketiga nya termasuk Digo mencibir ucapan petinggi itu yang terkesan cari muka di depan Raymon.
"Suruh pihak mereka datang ke hotel ini dan bicarakan langsung dengan seketaris ku, agar terjadwal kan semua nya," ucap Raymon.
"Tapi mereka besok bakal menginap di hotel kita sebagai tamu istimewa dan mereka juga meminta agar pak CEO makan malam dengan putri pemilik perusahaan HBS sebagai tanda kesepakatan," celah petinggi itu.
BRAK
Ke empat orang itu pada kaget karena Raymon memukul meja kerjanya.
Yang lain wanti- wanti sudah karena melihat Raymon yang sudah murka.
"Berani nya mereka mengajukan syarat itu dan memerintah ku segala, batal saja kesepakatan itu aku tak punya waktu meladeni syarat konyol dari mereka," tintah Raymon.
"Tapi pak sebaiknya anda pikirkan lagi hanya makan malam saja setelah itu anda bisa lekas pergi dokumen bisa anda serahkan ke Seketaris anda pak CEO," bujuk pria itu.
Sejenak Raymon berpikir pria itu wanti- wanti dengan keputusan dari Raymon. "Adeh ... bisa - bisa nya pak tua itu menjilat pak Raymon. Aku yakin ada niat terselubung di balik ucapan nya tapi apalah daya ku jabatan dibatas ku hingga aku tak mampu membatah ucapan pria tua itu. Semoga pak CEO Raymon memikirkan dengan sungguh-sungguh," batin Digo menatap malas dan jengah ke Pak tua itu.
Tok
Tok
Tok
"Masuk." izin Raymon.
"Permisi pak CEO ada email dari perusahaan HBS bahwa mereka bakal mengirim putri mereka ke hotel kita sebagai tamu istimewa, dan emmm ." Kim tampak takut- takut dan ragu untuk melanjutkan perkataannya.
"Dan dia meminta ku untuk makan malam dengan putri nya sebagai tanda kesepakatan bersama antara dua perusahaan, gitu kan," sambung Raymon.
Kim terkejut mendengar penuturan dari Raymon. "Da- dari mana pak CEO tahu? padahal saya belum memberitahu anda pak?" tanya Kim dengan nada heran.
"Dari dia." tunjuk Raymon lelaki tua yang berada di samping Kim. Kim menoleh ke arah yang di tujukan oleh Raymon. "Dari mana dia tahu padahal aku baru mendapatkan pesan, ada yang gak beres aku harus berbicara dengan pak Raymon," batin Kim.
"Kalian kembali ke tempat masing-masing, saya ada urusan dengan seketaris saya," tintah Raymon dengan kode mengibas kan tangan nya.
"BAIK PAK CEO KAMI PERMISI!" mereka membungkuk kan badan mereka lalu pergi dari ruangan kerja Raymon.
Selepas kepergian para petinggi hotel Raymon menatap serius ke arah Kim. Kim tahu kesalahan nya saat ini maka nya dia menunduk tak berani menatap Raymon.
"Kim," panggil Raymon membuat Kim mendongrak melihat Raymon.
"Kamu tahu kesalahan mu hari ini? untuk pertama kalinya kau melakukan kesalahan selama bekerja dengan ku Kim," kata Raymon dengan suara bariton nya.
"Saya tahu tuan ..." lirih Kim.
"Bagaimana bisa pak tua itu yang terlebih dahulu tahu tentang info ini dari pada diri mu!?" bentak Rsymon.
"Saya tidak tahu pak, saat itu saya sedang duduk di meja saya sambil mengerjakan dokumen yang anda perintah kan Pak, tapi di tegah- tegah saya sibuk berkerja ada email masuk dari kontak kantor dan itu dari perusahaan HBS," jujur Kim.
Raymon tampak berpikir sejenak setelah mendengar perkataan Kim. Dia pun juga melihat sorot mata Kim yang sama sekali tidak ada kebohongan.
"Cari tahu pak tua itu dapat info dari mana? dan selidik apa dia memiliki orang luar yang bisa buat informasi di perusahaan bocor di mana- mana," tintah Raymon.
"Baik pak." sahut Kim, " Pak CEO kalau mengenai perusahaan HBS apa perlu di cari juga?" tanya nya.
"Menurut mu siapa dibalik pak tua itu berada, coba kau pikirkan baik - baik Kim siapa yang telah berani mengusik ku pemilik perusahaan HBS atau putri nya yang mengincar ku dengan memanfaatkan pak tua itu. Cari tahu semua informasi dan aku punya rencana buat putri dari perusahaan itu," tintah Raymon.
"Apa rencana anda pak?" tanya Kim, Raymon menunjukan senyum penuh arti.