Sudah satu bulan berlalu sejak pernikahan Raymon dan Kinara. Waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin mereka duduk berdampingan di pelaminan, tersenyum lebar dikelilingi keluarga dan sahabat. Kini mereka mulai menjalani kehidupan sebagai suami istri, belajar saling memahami, menyesuaikan diri, dan menghadapi hari-hari penuh suka duka. Tapi malam itu, sebuah kejadian membuat Raymon merasa sangat khawatir. Sekitar pukul dua dini hari, Raymon terbangun dari tidurnya. Bukan karena alarm, bukan karena suara kendaraan di luar, tapi karena mendengar suara dari kamar mandi. Ada suara seseorang muntah-muntah keras. Dengan cepat Raymon bangkit dari tempat tidur, jantungnya berdegup kencang. Ketika ia membuka pintu kamar mandi, ia menemukan Kinara terduduk lemas di lantai, tubuhnya membun

