Hari yang dinanti-nantikan oleh Samuel dan Selena akhirnya tiba. Matahari bersinar cerah, seolah turut merayakan kebahagiaan mereka. Di dalam ruangan yang telah dihias indah, Samuel duduk bersiap di depan penghulu, mengenakan beskap putih dengan wajah tegang namun penuh harap. Di ruangan sebelah, Selena duduk anggun dengan gaun pengantin putih berkilauan, wajahnya berdebar-debar namun tampak sangat bahagia. Riasan lembut di wajahnya semakin mempercantik pesona alaminya. “Bismillahirrahmanirrahim,” suara penghulu terdengar jelas, dan Samuel pun memulai ijab kabul dengan suara yang sedikit bergetar. “Saya terima nikahnya Selena binti Abdullah dengan mas kawin tersebut, tunai.” Hening. Semua mata tertuju pada Samuel. Beberapa detik kemudian, penghulu dan para saksi tersenyum. “Sah?” tanya

