Keesokan harinya, Triplek — si bocah usil tapi baik hati — dan Dito, sepupunya yang sedikit lebih kalem, sudah bersiap sejak pagi untuk pergi bermain ke wahana permainan milik keluarga Raymon. Sejak kemarin, mereka sudah tidak sabar. Bahkan tadi malam, Triplek sempat mimpi naik komidi putar sampai pusing dan terbang seperti helikopter. “Ditooo! Ayo cepat, nanti wahana penuh!” teriak Triplek sambil mengguncang pintu kamar sepupunya. Dito keluar dengan rambut acak-acakan, “Astaga, Triplek. Masih jam 7 pagi. Orang-orang aja belum bangun!” Di sisi lain, Nisa dan suaminya sudah datang dengan putra mereka, Rayyan. Rayyan anak yang ramah, selalu jadi pusat perhatian, apalagi kalau sudah tersenyum dengan lesung pipinya. Tak lama, Gita datang dengan suaminya Tito, membawa Geisha, putri mereka ya

